Iniloh.id – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan operasi terpadu pemulihan kawasan rawan narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, BNN Provinsi DKI Jakarta, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 5-7 November 2025.
Operasi terpadu selama tiga hari itu menyasar sejumlah titik di wilayah hukum DKI Jakarta yang selama ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan meliputi pemetaan kawasan rawan, penindakan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik transaksi, serta kegiatan pengawasan intensif oleh aparat gabungan.
Dalam pernyataannya, Wamendes menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus mengedepankan kolaborasi antarlembaga.
“Operasi ini membuktikan bahwa sinergi antara BNN, BNNP DKI, dan Polri merupakan kunci dalam menekan ruang gerak jaringan narkoba di perkotaan. Upaya ini perlu terus diperkuat agar Jakarta dapat benar-benar menjadi kota yang bersih narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat tidak hanya terbatas pada aspek penindakan, tetapi juga pada penguatan edukasi, rehabilitasi, serta pemulihan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
“Gerakan melawan narkoba harus menyeluruh. Tidak cukup dengan razia atau penangkapan. Masyarakat harus terlibat aktif menjaga lingkungannya,” kata Wamendes.
Pihak BNNP DKI Jakarta menyampaikan bahwa operasi ini menjadi bagian dari program nasional Jakarta BERSINAR (Bersih Narkoba) yang menekankan pendekatan terintegrasi antara penegakan hukum, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat.
Aparat gabungan menilai operasi kali ini berjalan efektif karena didukung data lapangan serta respons masyarakat yang semakin terbuka dalam memberikan informasi.
Selain dalam bentuk pengawasan dan penindakan, operasi terpadu juga diikuti oleh kegiatan sosialisasi dan pendekatan komunitas di wilayah permukiman padat. BNN menyebut langkah ini penting untuk mencegah munculnya kembali titik-titik rawan baru.
Wamendes berharap hasil operasi terpadu ini dapat menjadi momentum memperkuat kerja sama lintas-instansi.
Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat merupakan fondasi utama agar pemulihan kawasan rawan narkoba dapat berjalan berkelanjutan.
“Jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, maka Indonesia khususnya Jakarta bisa menjadi contoh kota besar yang berhasil keluar dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap program dan operasi sejenis di masa mendatang sebagai bagian dari upaya nasional memerangi narkotika dan menyelamatkan generasi muda.






