Wakapolri Tinjau Proses Identifikasi Korban Banjir dan Longsor di Sumatera, DVI Dikebut 24 Jam

Wakapolri Tinjau Proses Identifikasi Korban Banjir dan Longsor di Sumatera, DVI Dikebut 24 Jam

Iniloh.id – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meninjau langsung kerja tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di RS Bhayangkara Padang, Sumatera Barat, untuk memastikan proses identifikasi korban banjir dan longsor berjalan cepat dan akurat.

Dalam kunjungannya, Dedi menyerahkan dokumen identitas jenazah serta surat kematian kepada keluarga korban yang menanti di lokasi.

Komjen Dedi mengatakan tim DVI bekerja maksimal mengingat kondisi jenazah telah lebih dari sepekan.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan identifikasi harus dipercepat demi menjaga keakuratan dan memberikan kepastian kepada keluarga.

“Identifikasi ini harus dilakukan sesegera mungkin. Kondisi jenazah semakin lama semakin tidak baik,” ujar Dedi.

Menurut mantan Kadiv Humas Polri tersebut, metode identifikasi tercepat adalah pemeriksaan sidik jari yang memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen.

Setelah hasil sidik jari keluar, data antemortem dari keluarga akan dicocokkan dengan informasi post-mortem untuk memastikan kecocokan.

“Kalau data sudah identik, akan langsung dirilis hari ini,” terangnya.

Jika kondisi jasad tidak memungkinkan lagi untuk diperiksa dengan sidik jari, proses identifikasi akan beralih ke tes DNA.

Komjen Dedi menyebut sampel DNA korban akan dikirim ke laboratorium DVI Polri di Jakarta yang mampu memproses hasil dalam kisaran tiga hari.

“Tes DNA menjadi langkah terakhir apabila kondisi jenazah sudah tidak baik,” ujar Dedi.

Pengambilan sampel DNA juga dilakukan kepada keluarga inti untuk kebutuhan pembanding.

Lebih jauh, Dedi menegaskan langkah percepatan dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tim DVI diminta responsif dan melakukan identifikasi secepat mungkin, termasuk dengan pola jemput bola.

Dalam mekanisme tersebut, tim DVI langsung menuju lokasi saat jenazah ditemukan, sehingga proses awal identifikasi tidak perlu menunggu jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Padang.

“Sidik jari dilakukan di tempat jika memungkinkan. Setelah itu antemortem dan pemeriksaan lanjutan dilakukan hingga proses dinyatakan lengkap,” jelasnya.

Di wilayah Agam, kata Dedi, Polri juga mengerahkan tenaga kesehatan agar proses identifikasi tidak terhambat jarak dan waktu tempuh.

Untuk mempercepat identifikasi, seluruh personel DVI dari Jakarta telah diterjunkan ke daerah terdampak bencana.

Komjen Dedi menegaskan bahwa Polri tidak bekerja sendiri, tetapi bersama Pemerintah Daerah, TNI, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.

“Semua tim turun dan bekerja bahu-membahu. Tujuan utamanya adalah mempercepat proses evakuasi dan identifikasi, baik untuk korban selamat maupun korban meninggal dunia,” kata Dedi.

Proses identifikasi dipastikan berlangsung 24 jam demi memberikan kepastian kepada keluarga korban serta mempercepat penanganan pascabencana di Sumatera.

Pos terkait