Setelah Omicron, Adakah Varian Lain?, Ini Peringatan WHO!

 

Setelah Omicron, Adakah Varian Lain?, Ini Peringatan World Health Organization (W.H.O.)
World Health Organization (W.H.O.) 

BATAVIA TIMES – Lonjakan Covid-19 secara global yang disebabkan oleh varian Omicron tampaknya memuncak di beberapa negara terutama di Eropa Barat, AS, dan Afrika Selatan. Akan tetapi kasus baru masih meningkat di daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

Bacaan Lainnya

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (W.H.O.), kesenjangan vaksin dapat menjadi sinyal tersendiri untuk varian berbahaya lainnya.

“Faktanya tetap bahwa lebih dari tiga miliar orang belum menerima dosis pertama mereka, jadi perjalanan kita masih panjang,” kata Dr. Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis badan tersebut, minggu ini.

Kepala World Health Organization (W.H.O.) Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa fase darurat pandemi masih sangat banyak belakangan ini. 

Lebih lanjut, ia tidak bisa memastikan varian Omicron merupakan akhir dari bahaya kesehatan yang saat ini tengah melanda seluruh belahan dunia ataukah tidak.

“Berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir atau bahwa kita berada diakhir permainan,” kata Tedros di W.H.O. saat gelar rapat dewan eksekutif pada, Senin (24/1/2022) kemarin.

“Sebaliknya, secara global, kondisinya ideal untuk lebih banyak varian muncul,” sambungnya lagi

Untuk diketahui, menurut database Times menyatakan, bahwa kasus harian baru tetap pada rekor tertinggi secara global dengan rata-rata peningkatan sekitar 3,4 juta. Diutarakan meningkat lebih dari 30 persen selama dua minggu terakhir.

Di negara-negara berpenghasilan rendah, hanya 10 persen dari populasi yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Sedangkan untuk negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas 78 persen. 

Persiapan Indonesia Hadapi Omicron?

Pemerintah meyakinkan masyarakat Meski Indonesia tengah menghadapi situasi krisis kesehatan nasional akibat virus Covid-19 varian Omicron, Indonesia telah siap menghadapi situasi terburuk dari krisis kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Penanganan PPKM untuk wilayah Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers yang disampaikan secara virtual, Senin (24/1/2022) lalu.

“Perlu saya tegaskan kembali bahwa, pemerintah memastikan sistem kesehatan nasional kita hari ini sudah siap dalam menghadapi Omicron ini,” ujar Luhut terkait evaluasi PPKM.

Meski demikian, Luhut dikesempatan yang sama menyatakan, kesiapan antisipasi tersebut juga harus diimbangi dengan langkah-langkah sergap oleh masyarakat yang mematuhi prokol kesehatan serta mengikuti anjuran pemerintah di dalam penyentasan virus corona varian Omicron.

“Saya terus mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga agar kasus dari varian Omicron ini tetap rendah dengan terus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan menggunakan PeduliLindungi,” tuturnya

“Hanya melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa dengan saling mengingatkan dan tidak saling egois terhadap segala bentuk pengabaian protokol kesehatan ini, kita dapat menyelesaikan permasalahan pandemi ini,” pinta Luhut

Selain itu, lanjut Luhut, pemerintah hingga saat ini belum berfikir untuk melakukan pemberlakukan PPKM Darurat kembali apalagi sampai melakukan Lockdown.***

Pos terkait