| Foto : Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali (Dok. Kemenpora) |
Jakarta – PJ Ketua Umum PB HMI, Romadon Jans masih terus mempertanyakan alasan presiden Jokowi tidak secapatnya mencari pengganti atau reshuffle Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali.
Sejak terjadi kesalahan fatal dengan tidak dikibarkan bendera sang saka merah putih di World Anti Dopping Agency (WADA) pada beberapa pekan lalu menurut PJ Ketua Umum PB HMI itu harus dilakukan pergantian menteri Menpora.
Apalagi kata dia, Menpora kembali berulah dengan memberikan pernyataan yang dinilai sangat meresahkan seolah-olah menganggap Thomas Cup 2021 bukanlah turnamen yang bergensi dan mendunia.
“Bayangkan kualitas menteri kita Zainuddin Amali tidak mengetahui betapa bergensinya turnament ini (Thomas Cup 2021),” tutur Romadhon Jans dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 Desember 2021.
Padahal lanjut Romadhon, turnamen Thomas Cup 2021 itu merupakan kompetisi kejuaraan dunia yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali dibawah Badminton World Federation (BWF). Hal itu menurutnya setara dengan kompetisi Piala Dunia yang diselenggarakan tiap empat tahun sekali dibawah FIFA.
Untuk diketahui, Federasi Bulu Tangkis Dunia adalah organisasi internasional untuk olahraga bulu tangkis atau Badminton World Federation (BWF) didirikan sudah sejak 5 Juli 1934 di Kuala Lumpur, Malaysia. BWF sendiri beranggotakan 9 negara meliputi Kanada, Denmark, Inggris, Prancis, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Skotlandia, dan Wales.
“Ini kejuaraan dunia yang sudah berlansung sejak lama dan kompetisi ini adalah kompetisi dunia sama dengan piala dunia. Bukan kejuaraan pada tingkat RT atau RW yang baru dilaksanakan kemarin. Jadi sikap dan pernyataan Menteri kita (Menpora) menunjukan beliau tidak punya kapasitas mengembang amanah sebagai menteri ini,”tegas Romadhon Jans
Karenanya ia meminta presiden Jokowi untuk segara mengevaluasi jabatan Menpora, Zainuddin Amali. Pasalnya, biarlah jabatan tersebut diberikan kepada orang yang tepat saja dan mengerti dunia pemuda dan olahraga nasional.
“Olehnya presiden Jokowi harus bergerak cepat mencari penggantinya dan mengerti dunia pemuda dan olahraga. Atlet berjuang atas nama negara. Menpora-nya pura-pura tidak mengetahui betapa prestisiusnya Thomas Cup. Zainudin Amali akan menjadi preseden yang tidak baik bagi Menpora Indonesia. Presiden Jokowi harus melihatnya secara serius dan jernih,”imbuhnya
Diakhir keterangannya, Romadhon Jens juga menuturkan bahwa masyarakat selalu bangga dengan para atlet yang mencatatkan namanya dalam sejarah perjalanan Thomas Cup di Indonesia. Pemberian bonus sebenarnya menyangkut kepekaan pemerintah pada kerja keras para atlet.
“Pemerintah dalam hal ini Menpora harus benar-benar bangga dan tentunya memiliki kepekaan yang tinggi terhadap para atlet-atlet kita yang membuat harum dan bangga nama Indonesia dimata dunia,” pungkasnya





