JCCNetwork.id- Ketika proses akhir pemeriksaan dilakukan di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, dua calon haji dari Kelompok Terbang 29 asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, harus menahan keinginan mereka untuk berangkat ke Tanah Suci. Alasannya, keduanya tengah mengalami sakit.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa proses karantina di asrama haji adalah tahap penting untuk memastikan kesehatan dan kelengkapan dokumen calon haji sebelum keberangkatan.
Waasriati Tale Lamami (86) dan Abd Latif Lapohu (69) adalah dua calon haji yang harus menunda perjalanan mereka karena masalah kesehatan. Kedua calon haji tersebut membutuhkan waktu pemulihan sebelum dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
“Masih dilakukan perawatan, semoga keduanya bisa kembali pulih dan diterbangkan ke Madinah untuk menjalankan ibadah hajinya,” kata Ikbal.
Sebelumnya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Muhammad Tonang, mengumumkan penambahan kuota haji untuk wilayah tersebut. Dari kuota normal sebesar 7.272 calon haji, kini telah meningkat menjadi 7.884 calon haji.
Penambahan ini berasal dari tambahan kuota sebanyak 468 calon haji, optimalisasi kuota 64 calon haji, dan selisih mutasi sebanyak 80 calon haji. Total jamaah yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Makassar dari delapan provinsi mencapai 16.669 orang, termasuk peserta haji, Petugas Haji Daerah (PHD), dan PPIH Kloter 205.






