Iniloh.id – Kejadian bentrokan yang terus berulang antara organisasi masyarakat (ormas) dan kelompok mata elang (matel) kembali menjadi sorotan publik.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, menilai pemerintah dan kepolisian harus mengambil langkah serius untuk menghentikan keresahan yang muncul di tengah masyarakat.
“Jangan lagi ada tindakan jalanan yang dilakukan oleh matel yang membuat resah masyarakat,” tegas Fernando dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).
Fernando mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera menginstruksikan seluruh jajarannya melakukan langkah antisipatif guna mencegah aksi kriminal terkait penarikan kendaraan bermasalah di jalanan.
“Kapolri harus memerintahkan semua jajarannya untuk terus mengantisipasi perampasan kendaraan yang punya tunggakan cicilan dan dilakukan di jalan,” ujarnya.
Menurut Fernando, upaya kepolisian sejauh ini belum cukup. Ia menilai pemberian nomor kontak pengaduan saja tidak memadai untuk menghentikan praktik penghadangan yang kerap dilakukan oknum di lapangan.
Selain mendorong langkah kepolisian, Fernando juga meminta Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan evaluasi dan perubahan aturan terkait mekanisme penagihan dan penarikan kendaraan.
“Penagihan dan penarikan seharusnya hanya boleh dilakukan di rumah, bukan di jalan. Saya berharap Menkeu dan OJK membuat gebrakan soal ini,” jelasnya.
Desakan ini muncul di tengah meningkatnya kasus bentrokan dan kericuhan di lapangan yang diduga melibatkan matel saat melakukan penarikan kendaraan kredit macet.
Publik menunggu langkah konkret pemerintah dan aparat keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.






