PSI Sebut Program MBG Jadi Kunci Siapkan Generasi Emas 2045

Iniloh.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan hanya solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga sebagai strategi ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan daerah dan pemerataan pembangunan nasional.

Pengurus DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andre Vincent Wenas, menilai program ini sangat relevan dalam memanfaatkan momentum bonus demografi atau window of opportunity yang hanya datang sekali dalam sejarah bangsa.

“Generasi muda saat ini harus dipersiapkan secara serius. Dengan makanan bergizi gratis, anak-anak bisa berpikir lebih baik, otaknya terisi, sehingga mampu menghasilkan ide besar untuk masa depan bangsa,” ujar Andre.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kualitas gizi memiliki pengaruh langsung terhadap kecerdasan, produktivitas, dan daya saing generasi mendatang.

Karena itu, investasi pemerintah pada program makan bergizi gratis tidak hanya menargetkan pengurangan stunting, tetapi juga mencetak generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju negara maju.

Andre menambahkan, implementasi program makan bergizi gratis juga dapat menciptakan efek ekonomi berantai (multiplier effect) di daerah. “Ini bukan sekadar bantuan konsumtif. Ketika makanan bergizi disediakan, rantai pasok pangan di daerah akan bergerak. Petani, peternak, UMKM, dan industri lokal ikut tumbuh. Di situlah pemerataan ekonomi berjalan nyata,” jelasnya.

Ia menegaskan, program ini berpotensi mengurangi kesenjangan ekonomi wilayah, memperkuat ekonomi desa, dan menciptakan lapangan kerja baru melalui rantai produksi pangan nasional.

“Ini bukan soal bantuan gratis semata. Ini soal pembangunan manusia sekaligus penguatan ekonomi lokal. Pemerataan benar-benar terjadi, bukan hanya slogan,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis kini menjadi salah satu agenda pembangunan yang paling banyak disorot karena dianggap selaras dengan visi pemerintah mendorong Indonesia memasuki era negara maju.

Pemerintah disebut tengah menyiapkan mekanisme distribusi yang melibatkan sekolah, pesantren, dan fasilitas sosial untuk memastikan pelaksanaan berjalan tepat sasaran.

Program ini diprediksi akan menjadi salah satu agenda strategis nasional dalam pemerintahan mendatang, tidak hanya untuk aspek kesehatan, tetapi juga pembangunan ekonomi berbasis rakyat.

Pos terkait