![]() |
| Sambutan Presiden Jokowi Dalam Pembukaan Munas LDII ke IX (Foto : Screenshot Video Youtube) |
Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo secara resmi membuka Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ke IX tahun 2021 secara virtual.
Pembukaan yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al’Quran dan sambutuan Ketua Umum DPP LDII H. Kriswanto Santoso itu disambut baik dan dibuka lansung oleh presiden Jokowi yang didampingi sejumlah petinggi negara di Istana Negara.
Presiden Jokowi dalam Munad LDII ke IX tahun 2021 ini berharap, LDII sebagai salah satu lembaga Ormas Islam dapat menjaring kebersamaan bersama ormas-ormas Islam lainnya dalam merawat sendi-sendi kebangsaan dan keharmonisan bangsa.
“Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh jajaran dan Pimpinan dan keluarga besar untuk selalu menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan kita untuk selalu menyuarakan dan melaksanakan sikap terbuka terhadap perbedaan-perbedaan untuk bergaul, untuk bergotong-royong, bersama sama dalam perbedaan termasuk sekali perbedaan pandangan keagamaan”kata presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan Munas LDII ke IX yang ditayangkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, (07/04/2021) Pukul 9.33 WIB
Selain itu, Jokowi juga berharap seluruh ormas islam dan pimpinan-pimpinan organisasi baik islam dan bukan islam untuk terus menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan serta kehidupan sosial berbangsa dan bernegara.
“Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh jajaran dan Pimpinan dan keluarga besar untuk selalu menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan kita, untuk selalu menyuarakan dan melaksanakan sikap terbuka terhadap perbedaan-perbedaan untuk bergaul, untuk bergotong-royong, bersama-sama dalam perbedaan termasuk perbedaan pandangan keagamaan” ujarnya
Selain itu lanjut Jokowi, pemerintah akan terus berkomitmen dan berupaya mendorong moderasi beragama dan berupaya untuk menghindari sikap intoleran yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal dalam kehidupan sosial bernegara dan agama di Indonesia.
“Pemerintah berkomitmen dan akan terus berupaya untuk mendorong moderasi beragama sikap-sikap yang tidak toleran apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verba harus hilang dari Bumi Pertiwi Indonesia” tegasnya
Kendati demikian, presiden Jokowi mengingatkan agar berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk, ajaran keagamaan yang ramah, serta terus mengedepankan toleransi dan menjauhi sikap yang tertutup sikap yang eksklusif.
“Pemerintah tidak akan membiarkan tumbuhnya sikap-sikap tidak toleran dan sikap-sikap tertutup itu”Sambungnya lagi
Sebelumnya, Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ke IX tahun 2021 ini di ikuti kurang lebih sekitar 3.750 peserta dan peninjau yang berasal dari seluruh provinsi kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2021 ini bertemakan “Penguatan SDM Profesional Religius Untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP LDII , H. Kriswanto Santoso dalam sambutannya menyatakan diangkatnya tema besar tersebut untuk menguatkan organ organisasi untuk lebih cepat dan ulet dengan memperkuat ‘SDM Profesional Religius’ pada seluruh jajarannya. Sehingga diharapkan dapat memberi kontribusi yang baik dan signifikan kepada agama, bangsa dan negara melalui ‘SDM Profesional Religius’ tersebut
“Tema ini akan melakukan penguatan organ organisasi agar lebih lebih cepat lebih ulet lebih dengan caranya yaitu dengan memperkuat sdm-sdm profesional religius pada seluruh jajaran organisasi sehingga kontribusi kepada pemerintah dapat meningkatkan secara signifikan melalui sdm-sdm profesional religius” ucap Ketua Umum DPP LDII , H. Kriswanto Santoso dalam sambutannya
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat delapan poin yang dinilainya sebagai semangat langkah LDII dalam membangun modernisasi keagamaan di Indonesia dan menjawab tantangan permasalahan di Indonesia saat ini.
- Bidang Kebangsaan
Bidang Kebangsaan program kebangsaan yaitu program yang bertujuan membangun nasionalisme agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat lebih terjaga termasuk mencintai produk bangsa sendiri
- Bidang Keagamaan
Bidang Keagamaan yaitu program yang bertujuan meningkatkan nilai religiusitas bagi umat Islam termasuk didalamnya membangun toleransi beragama.
- Bidang Pendidikan
Bidang Pendidikan yaitu program yang mendorong agar pendidikan karakter khususnya karakter profesional religius dapat dijadikan sebagai lifelong education tempat
- Bidang Ekonomi
Bidang Ekonomi program yang mendorong ekonomi sehingga termasuk percepatan pemulihan dan membangkitkan kembali ekonomi Vira pandemik ini
- Bidang Pangan dan Lingkungan Hidup
Bidang Pangan dan Lingkungan Hidup yaitu program yang bertujuan untuk membangun kemandirian pangan dengan tetap memperhatikan kelestarian
- Bidang Kesehatan
Bidang Kesehatan yaitu suatu program yang bertujuan mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal pada kondisi kedaruratan kesehatan seperti sekarang ini
- Bidang Teknologi
Bidang Teknologi digital yaitu suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai
- Bidang Pembangunan
Bidang Pembangunan yang ketetapan energi baru terbarukan yaitu suatu program untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil termasuk untuk mengurangi emisi karbon mengurangi efek rumah kaca.
“8 program tersebut di atas bukanlah baru perencanaan akan tetapi telah berbuat dengan membuat beberapa objek di beberapa daerah sesuai kondisi keunggulan daerah tersebut”Pungkasnya







