Iniloh.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan penataan ulang kawasan UMKM di Kalibata, Jakarta Selatan, menyusul insiden premanisme dan pengeroyokan yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga setempat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, lahan yang selama ini digunakan para pelaku UMKM di kawasan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penataan.
“Kebetulan lahan yang digunakan itu semuanya milik Pemerintah Jakarta. Karena itu, kami sedang mengorganisasikan dan mereorganisasi kawasan ini,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu.
Menurut Pramono, peristiwa kericuhan tersebut telah mengganggu roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang di kawasan Kalibata. Karena itu, pemerintah berupaya menyiapkan solusi yang tidak merugikan UMKM.
Pemprov DKI saat ini juga meminta para pelaku UMKM untuk mempelajari dan memahami rencana penataan yang sedang disusun.
Langkah ini dilakukan agar kebijakan yang diambil nantinya dapat menciptakan ketertiban tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha warga.
“Kami minta UMKM memahami dulu rencana yang ada. Pada waktunya akan saya putuskan. Yang jelas, lahannya milik Pemerintah Jakarta,” ujar Pramono.
Ia menegaskan, penanganan kasus premanisme dan penataan UMKM akan berjalan beriringan.
Pemerintah ingin memastikan kawasan tersebut kembali aman, tertib, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.
Pramono berharap langkah ini mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Jakarta.
Sebelumnya, kepolisian mengungkap kericuhan di Kalibata dipicu persoalan utang sepeda motor yang berujung pada aksi pengeroyokan terhadap dua penagih utang atau mata elang (matel) berinisial MET dan NAT, hingga keduanya meninggal dunia pada Kamis (11/12) malam.
Dalam insiden tersebut, massa juga melakukan aksi perusakan dengan membakar kios, warung, dan kendaraan bermotor. Tercatat sembilan kios dan delapan kendaraan mengalami kerusakan akibat dibakar.
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut.
“Saksi ada enam dari pihak warga yang melihat langsung di tempat kejadian perkara,” ujarnya, Jumat (12/12).
Jumlah saksi disebut masih berpotensi bertambah seiring proses penyelidikan. Polisi berharap keterangan para saksi dapat mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi.






