Iniloh.id – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan banjir dan longsor di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (18/2/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengecek jembatan darurat Bailey Mantuang yang dibangun untuk memulihkan akses warga pascabencana.
Pantauan di lokasi, Presiden tiba sekitar pukul 10.50 WIB. Prabowo menerima paparan singkat terkait kondisi jembatan, termasuk dokumentasi sebelum dan sesudah pembangunan yang ditampilkan melalui spanduk informasi.
Jembatan Bailey tersebut kini telah terpasang melintang di atas sungai dan sudah dapat difungsikan. Akses ini bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan batas maksimal tonase 2,1 ton.
Prabowo tampak menyeberangi jembatan untuk melihat langsung kondisi lingkungan sekitar.
Di kedua ujung jembatan terlihat tumpukan karung berisi pasir yang berfungsi sebagai penyangga tambahan.
Sementara itu, bagian dasar jembatan menggunakan susunan balok kayu sebagai landasan sementara.
Suasana di sekitar lokasi tampak lebih kondusif. Aliran sungai terlihat relatif tenang, bahkan sejumlah anak-anak terlihat bermain di sekitar area sungai.
Prabowo pun menyempatkan diri menyapa dan bersalaman dengan warga, termasuk anak-anak yang antusias mendekat.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Turut hadir pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Letje Suharyanto.
Kemudian, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.
Kunjungan ini melanjutkan perhatian Presiden terhadap wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.
Sebelumnya, Prabowo juga sempat meninjau posko pengungsian korban banjir bandang di Padang Pariaman pada 1 Desember lalu, guna memastikan penanganan darurat dan kebutuhan warga berjalan optimal.






