Iniloh.id – Polemik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru. Para kiai dan ulama sepuh disebut bakal kembali menggelar pertemuan besar untuk mendorong proses islah di antara kubu yang tengah berselisih.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari Forum Musyawarah Sesepuh Nahdlatul Ulama yang digelar awal pekan lalu di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid (Gus Muid), mengungkapkan bahwa pertemuan pertama tersebut dihadiri 10 kiai, baik secara langsung maupun daring.
Dari musyawarah itu, para sesepuh kompak menyuarakan pentingnya rekonsiliasi di pucuk kepemimpinan PBNU di tengah polemik PBNU memanas belakangan ini.
“Pertemuan itu hanya langkah awal. Para kiai sepuh akan berkumpul lagi dengan formasi yang lebih besar,” ujar Gus Muid. Meski demikian, ia belum merinci waktu maupun lokasi pertemuan lanjutan tersebut.
Sementara itu, dari pihak PBNU kubu Yahya Cholil Staquf, usulan mempercepat pelaksanaan muktamar sebagai jalan keluar konflik dinyatakan tidak relevan.
Sekretaris Jenderal PBNU, Amin Said Husni, menegaskan bahwa jajaran tanfidziyah tetap sepakat muktamar digelar sesuai jadwal resmi pada Januari 2027.
Dengan dinamika yang terus berkembang, langkah para kiai sepuh diharapkan menjadi jembatan perdamaian yang mampu meredam ketegangan sekaligus mengembalikan soliditas Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.






