BATAVIA TIMES – Federation Internationale de Football Association (FIFA) sebagai induk sepakbola dunia, terus mengkaji adanya wacana Piala Dunia yang digelar tiap dua tahun. Namun, UEFA menantan wacana tersebut dan menjadi yang terdepan.
Seperti dilansir dari Sky Sport, Federation Internationale de Football Association (FIFA) menilai dengan jangka waktu hingga 4 tahunan terbilang cukup lama. Hal itu, akan sangat berdampak kepada kesempatan para pemain dalam membuktikan dirinya dalam turnamen dunia yang bergensi itu.
Disi lain, FIFA bersama OpenEconomics mengkaji aspek bisnisnya jika dilakukan dalam dua tahun akan sangat mempengaruhi laju perputaran keuangan.
Dengan demikian, sepak bola akan mendatangkan pendapatan keuntungan ke tiap negara yang lolos dalam Piala Dunia. Selain itu juga, negara yang dinyatakan lolos ikut Piala Dunia juga akan mendapat sponsor dan juga hak siar.
Presiden FIFA, Gianni Infantino menegaskan, hal itu dilakukan yang bertujuan menghadirkan keadilan bagi seluruh pesepakbola. Meski demikian, keputusan Gianni Infantino ini juga tak luput dari kritik dan respon banyak pihak.
| Presiden FIFA, Gianni Infantino |
“Ada banyak pihak yang tentunya tidak setuju, akan tetapi ada juga banyak suara yang mendukung. FIFA adalah badan penyelenggara yang bersifat global. Jadi untuk musim ini, kami perlu mencoba menggabungkan semua sudut pandang yang berbeda ini agar dihadirkan solusi dan keadilan bersama dalam dunia persepakbola,” ujar Gianni Infantino.
Dukungan terhadap keputusan FIFA itu banyak dari Asia dan Afrika. Namun sebaliknya Eropa yakni dari Union of European Football Associations (UEFA) paling lantan menolak keputusan tersebut.
Sedangkan Inggris, Jerman, dan Prancis juga tidak sepakat untuk Piala Dunia dilansungkan dalam dua Tahun sekali. Meski demikian, Presiden FIFA, Gianni Infantino mengakui bahwa keputusan yang diambil oleh FIFA akan ditentukan dengan seadil-adilnya demi sepak bola yang lebih baik lagi.
“Studi menunjukkan kepada kami dengan sangat jelas, bahwa tidak akan ada masalah bagi Piala Dunia (dua tahun sekali) dalam hal dampak ekonomi positifnya. Akan ada beberapa manfaat yang jelas dan nyata bagi ekosistem sepakbola kedepannya,”
“Kuenya akan semakin besar, dan itu akan memungkinkan kami untuk berinvestasi lebih baik di sepakbola di seluruh dunia,” tutupnya.






