Peran Milenial dan Tantangan di Era Digital Teknologi

 

Foto : Ibrahim Malik Fatsey (Creator YouTube Ruang Bicara)

BATAVIA TIMES – Generasi milenial atau biasa dikenal sebagai generasi Y yang Lahir dari tahun 1982 sampai 1992, mempunyai tantangan tersendiri di zamannya yang tidak sama dibanding dengan generasi terdahulu atau generasi X. 

Bacaan Lainnya

Tantangan generasi milenial terlebih kepada mereka yang berstatus sebagai mahaisiswa bahkan dikatakan lebih spesial lagi. Dengan demikian, apakah kamu adalah salah satunya?

Di era teknologi saat ini yang identik dikenal dengan generasi digital, dengan adanya distribusi perkembangan dunia yang semakin melaju pesat menuntut respon serta kepekaan yang lebih masif dan serupa dari generasi milenial di setiap zamannya. Apa yang menjadi tantangan, peluang serta peran dari generasi milenial di era digital ini?

1. Peran Penting Generasi Milenial Mahasiswa

Mahasiswa sebagai kaum muda yang memiliki peranan yang sangat signifikan dan penting dalam proses membangun negara. Sahabat sekalian mungkin pernah mendengar sekaligus membaca ungkapan bijak dan tegas dari bapak proklamator Indonesia, Ir. Soekarno bahwa, “beri aku 10 orang pemuda, maka akan ku goncangkan dunia” (Baca: Sejarah Bangsa)

Milenial sebagaimana peranan-nya yang signifikan dituntut memiliki beberapa agenda penting dalam posisi mereka sebagai mahasiswa atau kaum muda.

A. Sebagai Agen of Change

Mengutip kalimat dari salah satu tokoh muda Maluku yang saat ini menjabat sebagai koordinator Nusa Ina Connection, Abdullah Kelrey, menyatakan bahwa ada beberapa faktor penting dan menjadi sikap yang harusnya ada dan tertanam dalam diri setap kaum muda atau kaum milenial dalam menjalankan agendanya sebagai Agen of Change antara lain:

  • Memiliki visi dan misi yang gigih mecapai target, jernih dalam sikap dan pola pikirnya, dan visioner dalam tindakannya.
  • Memiliki sikap kritis dan analisis serta tidak lupa juga menawarkan solusi terbaik dalam pembangunan bangsa.
  • Memiliki pengetahuan atau kecakapan ilmu pengetahuan serta menjadi contoh (tauladan) yang baik dan memiliki trust terhadap lingkungan dan orang-orang yang ada disekitarnya.

Dengan demikian, generasi Y atau ‘Milenial’ tersebut dengan segala karakter yang dimilikinya tetap dituntut harus memiliki jiwa sebagaimana disebutkan di atas jika berkeinginan melakukan perubahan yang berarti dalam kehidupan sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terlebih penting lagi ikut serta dalam kehidupan politik bernegara baik di tingkat nasional hingga Internasional.

B. Peranannya dalam Bidan Pendidikan

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana menjadi amanah dari pancasila dan Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945, maka kaum milenial juga dituntut aktif serta ikut dalam pembangunan nasional di bidang Pendidikan. 

Karakter generasi milenial yang lebih cenderung kepada kreatifitas dan proaktif menjadi salah satu peran di bidang pendidikan yang dibituhkan.

Optimisme generasi muda Indonesia terbilang sangat tinggi terhadap sektor pendidikan dan kebudayaan yang ada. Dengan perolehan presentase dikisaran angka net indeks 83,9%, mahasiswa milenial mengaku akan optimisme mereka dengan kondisi pendidikan di masa yang akan datang dengan proaktif di dalam dunia pendidikan.

Menurut saya, pendidikan merupakan bekal dan juga aset yang teramat penting dalam menunjang laju pertumbuhan suatau daerah, bangsa, negara dan bahkan dunia. Karenanya, pendidikan penting bagi saya, dan bagi sahabat sekalian dalam mengikuti perkembangan dan dunia di segala zaman.

Pendidikan pada esensinya bukanlah hanya untuk diri sendiri, akan tetapi sebagai generasi milenial yang proaktif terhadap perkembangan zaman, sahabat semuanya harus memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat sebagai wujud akhir dari tri darma pendidikan yakni pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, harapanya membantu masyarakat dan lingkungan sekitar dan bahkan bangsa dan negara menjadi lebih baik dan mewujudkan masyarakat yang cerdas.

2. Bagaimanakah dengan Tantangannya?

Bukan hanya peranan-nya saja, melainkan jauh dari itu, sebagaimana disebutkan diatas bahwa tantangan yang juga harus dihadapi oleh generasi milenial hari ini juga tidak segampang seperti yang dibayangkan.

A. Menguasai Teknologi

Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin masif, era distribusi teknologi begitu pesat dan adanya masa pandemi yang melanda seluruh dunia hari ini, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kaum milenial di bidang teknologi. Terlbih lagi pada kenyataanya untuk sebagai besar generasi milenial terasa begitu berat untuk dijalankan dan masih perlu waktu yang cukup panjang dalam menguasai teknologi.

Padahal, pola dan gaya hidup generasi milenial yang  amat cenderung dekat dengan teknologi menjadi tuntutan tersendiri untuk sikap proaktif sebagai pencipta teknologi itu sendiri. Bukan hanya sebaliknya menjadi pengguna dan hanya sebagai pengikut (Followers) semata. 

Adapun perihal status kaum milenial mahasiswa, paling tidak harus mampu memanfaatkan setiap teknologi yang ada untuk kebutuhan (Necessary) pendidikan dan kehidupannya.

Penguasan teknologi oleh generasi milenial hari ini merupakan suatu hal yang sangat penting teruntuk mencegah terasingnya dalam sejarah peradaban umat manusia.

Sebagai generasi milenial, kita sangat dituntut untuk mempelajari dan menguasainya bahkan mencari titik kelemahan dari teknologi tersebut yang kemudian dimanfaatkan dengan upaya kreatif penemuan yang dilakukan.

B. Dunia Kerja dan Kompetensi

Salah satu hal yang cukup penting juga dan menjadi tantangan tersendiri bagi generasi milenial adalah kompetisi dan dunia kerja. Hal demikian ini sangat penting untuk diperhatikan oleh sahabat semuanya terlebih bagi kita generasi milenial mahaiswa tentunya.

Di sisi lain, kecendurungan sekaligus sikap mahasiswa dalam dunia kerja lebih menyukai seuatu yang bersifat fleksibel, kreatif, sekaligus juga menantang, freelance, serta lebih menyukai adanya penghargaan yang mereka punyai. 

Dengan kondisi ini, kadang kalanya tidak sesuai dengan kebutuhan terutama di dunia kerja. Cepat menyerah, putus asa terhadap kompetisi dan keputusan untuk resign terlihat sangat mudah dilakukan oleh generasi milenial ini. Manakala mereka (generasi milenal) merasa, dengan adanya kondisi yang demikian dan membuat tidak nyaman, dan tidak mengakomodir potensi yang dimiliki.

Padahal sahabat sekalian, kompetisi di dunia kerja semakin meningkat seiring berjalannya waktu dan kebutuhan dunia yang ada. Karenanya perlu untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Meningkatkan skill, kreatifitas dan bakat kekinian yang dibutuhkan seperti halnya penguasaan dibidang teknologi, memiliki kemampuan berbahasa, dan lain sebagainya.
  • Memperluas dan meningkatkan relasi guna mencari peluang kerja yang lebih mengakomodir potensi yang dimiliki.
  • Menemukan lowongan kerja di dunia maya sangat mungkin dilakukan oleh generasi milenial.
  • Meningkatkan kompetensi pribadi melalui pendidikan yang berkualitas baik pendidikan formal maupun nonformal. Kompetensi inilah yang akan jadi nilai plus di sebuah perusahaan.
  • Upaya kolaborasi secara personal perlu dibangun dalam diri generasi milenial sebagai karakter kecakapan abad 21. Kolaborasi akan memunculkan potensi peluang yang lebih cepat dan lebih besar.
  • Bahwa sebagai mahasiswa generasi milenial, meningkatkan kualitas pendidikan dan potensi pribadi menjadi hal penting yang dilakukan sebagai tuntutan zaman.

Berupaya untuk mencapai taraf pendidikan yang tinggi dan berkualitas sangat perlu untuk dilakukan dan diupayakan sejak dini mungkin sehingga apa yang diharapkan dan dicita-citakan dapat terwujud secepat mungkin. Dengan langkah ikhtiar dan berdoa, Insya Allah semuanya akan berjalan lancar. 

Selamat dan Semangat berproses, Sehat untuk semuanya, jaga diri, jaga kelurga dari maraknya penularan pandemic COVDI-19 yang hari melanda. 

Penulis: Ibrahim Malik Fatsey (IMF)

(Conten Creator YouTube Ruang Bicara)

Pos terkait