Peneliti CIE Ajak Publik Hormati Putusan MKD DPR: Kita Butuh Politik yang Dewasa, Bukan Emosional

DPR Atur Ulang Jadwal Sidang Paripurna Usai Dibatalkan

“Peneliti CIE menegaskan bahwa hasil putusan MKD DPR terhadap lima anggota dewan nonaktif harus diterima secara bijak tanpa menambah kegaduhan politik.”

Iniloh.id – Peneliti dari Center for Indonesian Ethics (CIE), Muhammad Chaerul, menyerukan agar seluruh pihak menghormati dan menerima dengan lapang dada apapun hasil putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terhadap lima anggota dewan nonaktif yakni Ahmad Sahroni, Adies Kadir, Surya Utama (Uya Kuya), Eko Patrio, dan Nafa Urbach.

Chaerul menilai, keputusan MKD telah melalui proses panjang dengan mempertimbangkan aspek hukum, etik, dan kepentingan kelembagaan DPR secara menyeluruh. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menambah kegaduhan politik di tengah situasi nasional yang masih sensitif.

Bacaan Lainnya

“Semua sudah ditindak sesuai porsinya. MKD telah menegakkan aturan dengan adil berdasarkan fakta dan bukti yang ada. Tidak ada pihak yang diistimewakan, semua sama di hadapan mekanisme etik dewan,” tegas Chaerul, di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Ia juga mengapresiasi langkah MKD yang memberikan sanksi secara proporsional mulai dari pengaktifan kembali hingga penonaktifan sementara. Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan keseimbangan antara pembinaan moral politik dan penegakan disiplin etik.

Pos terkait