Iniloh.id – Peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mendapat sorotan positif, terutama dalam penanganan bencana yang terjadi di berbagai daerah.
Sejumlah pihak menilai, tanpa keterlibatan Polri, proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pengamanan wilayah rawan akan jauh lebih kacau.
Penegasan ini disampaikan Direktur Haidar Alwi Institute, Sandri Rumanama. Ia menekankan bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana bukan hanya soal tugas keamanan, tetapi juga bentuk nyata dari misi kemanusiaan yang mereka emban.
“Polri hadir bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga misi kemanusiaan. Mereka langsung turun membantu evakuasi korban, mendistribusikan bantuan, hingga menjaga objek vital negara. Penanganan bencana akan sangat riskan kalau Polri tidak dilibatkan,” ujar Sandri dalam Podcast JCCNetwork.id, Selasa, (9/12).
Tak hanya itu, Sandri menyebut sejumlah lembaga swadaya masyarakat internasional juga menempatkan Polri sebagai salah satu institusi kepolisian terbaik di dunia dalam menjaga ketertiban, menegakkan hukum, dan menjalankan misi kemanusiaan.
Selain menyoroti kerja di lapangan, Sandri menilai pentingnya langkah hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran hingga menyebabkan kerusakan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa bencana besar yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh tidak bisa hanya dilihat sebagai fenomena alam.
“Ini bukan sekadar bencana alam. Ada dugaan kuat kerusakan lingkungan yang harus diselidiki. Penanganan bencana harus berjalan beriringan dengan proses hukum yang tegas,” tegasnya.
Sandri juga mengapresiasi langkah Polri yang kini tengah melakukan penyelidikan atas dugaan aktivitas ilegal di sejumlah kawasan di tiga provinsi tersebut. Ia mengakui adanya tantangan besar, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak-pihak berpengaruh.
“Rintangan itu wajar. Tapi saya optimis semuanya bisa dibuka secara terang oleh kepolisian, apalagi di era Presiden Prabowo yang mendorong penegakan hukum tanpa kompromi,” tutupnya.






