Pemerintah Tegas Akan Kejar Jaringan Bom Bunuh Diri di Makasar, Masyarakat Diminta Untuk Tenang

Keterangan Pers Menko Polhukam (Foto : Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta – Pemerintah secara tegas mengutuk keras insiden Bom Bunuh Diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan Pukul 10.20 WITA hari ini.

Bacaan Lainnya

Menko Polhukam, Mahfud MD dalam keterangan persnya menyampaikam bahwa pemerintah akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan para pelakunya. Bahkan, Mahfud MD juga menghimbau masarakat jika mencurigai sesuatu yang berkaitan dengan insiden tersebut untuk segera disampaikan kepada kepolisian terdekat.

“Jika didapati hal yang mencurigakan dari peristiwa tersebut masyarakat diharapkan segara melaporkan atau mengkonfimasi ke kantor polisi terdekat atau aparat keamanan terkait” himbau Menko Polhukam, Mahfud MD yang diposting dalam akun twitternya, Minggu, (28/03/2021)

Mahfud juga menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik dan takut terhadap adanya peristiwa Bom Bunuh Diri tersebut. Disampaikan Mahfud MD, aparat kepolisian sudah melakukan penjagaan ketat dan melakukan proses pengamanan di lokasi kejadi Bom Bunuh Diri.

“Terkait kejadian Bom Bunuh Diri yang terjadi di Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan Pukul 10.20 WITA hari ini masyarakat kami harap agar tetap tenang”ujarnya

“Bahwa itu Bom Bunuh Diri. Aparat keamanan sudah mendapatkan potongan tubuh satu pelaku dan juga sepeda motor milik pelaku yang dipakai. Sekarang sudah dilakukan pengamanan disekitar lokasi dan dilakukan pendalaman atas jaringan pelaku” sambngnya lagi

Lebih lanjut, Mahfud menuturkan bahwa informasi awal yang diterimanya terjadi usai dilakukan gelaran misa Minggu Palma. Pelaku Bom Bunuh Diri tersebut diduga terdapat dua orang dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Pelaku diketahui sebelumnya dicegah oleh security Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan saat mencoba masuk ke dalam halaman gereja.

Akibat insiden tersebut, terdapat 14 orang terluka yang juga terdiri dari security Jemaat Gereja Katedral Makasar. Sementara satu pelaku dapat dipastikan meninggal dunia.

Pos terkait