Pasca Iduladha Harga Minyakita Bakal Langsung Melangit

JCCNetwork.id- Pasca-libur Iduladha 2024, masyarakat harus bersiap menghadapi kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan telah mengonfirmasi bahwa harga minyak goreng kemasan murah, Minyakita, akan naik menjadi Rp 15.500 per liter. Kenaikan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga pasca-liburan dan akan segera dirapatkan oleh pihak terkait.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa kenaikan harga Minyakita dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.500 per liter sudah dipertimbangkan dengan matang. Langkah ini, menurutnya, diperlukan untuk menyesuaikan dengan biaya produksi dan kondisi pasar terkini.

“Iya (Minyakita naik), tunggu rapat ya. Mudah-mudahan habis lebaran lah,” tutur Zulhas, dikutip.

Bacaan Lainnya

Lonjakan Harga Bahan Pangan Lainnya

Tidak hanya minyak goreng, harga sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data dari panel harga Badan Pangan Nasional, berikut adalah beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga:

Cabai Rawit Merah: Harga per kilogram cabai rawit merah melonjak 9,66% dari Rp 50.110 menjadi Rp 55.470. Kenaikan tertinggi tercatat di Papua Tengah, di mana harga cabai rawit merah mencapai Rp 135.000 per kilogram.

Telur Ayam Ras: Harga telur ayam ras naik dari Rp 29.810 menjadi Rp 31.010 per kilogram. Kenaikan ini mencerminkan permintaan yang meningkat pasca-liburan.

Tepung Terigu Kemasan (Non-Curah): Harga tepung terigu juga mengalami peningkatan dari Rp 13.410 menjadi Rp 14.320 per kilogram, mengikuti tren kenaikan bahan pokok lainnya.

Daging Sapi Murni: Harga daging sapi murni naik dari Rp 135.690 menjadi Rp 136.590 per kilogram. Meskipun kenaikannya relatif kecil, ini tetap menambah beban bagi konsumen.

Gula Konsumsi: Gula konsumsi mengalami kenaikan harga dari Rp 18.210 menjadi Rp 19.100 per kilogram. Kenaikan ini merupakan bagian dari tren umum kenaikan harga bahan pokok.

Implikasi Bagi Konsumen

Kenaikan harga ini diperkirakan akan mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Konsumen di berbagai wilayah, terutama di Papua Tengah dengan lonjakan harga cabai rawit merah yang drastis, harus bersiap menghadapi tekanan ekonomi tambahan.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak kenaikan harga ini. Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan pasar dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.

Pemerintah mungkin juga akan mempertimbangkan untuk memberikan subsidi atau bantuan langsung kepada kelompok masyarakat yang paling terdampak.

Kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng, cabai, telur, tepung, daging sapi, dan gula setelah Iduladha 2024 menjadi tantangan baru bagi konsumen dan pelaku pasar. Pemerintah dan stakeholder terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampak ekonomi dari kenaikan harga ini dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Pos terkait