![]() |
| Penulis : Faisal Mahtelu (Ketua Ismahi Korwil Jakarta) |
***
Jakarta – Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh agama yang ada di indonesia. Berkat Keyakinan dan perjuangan mereka indonesia hingga saat ini masih menghirup udara segar hasil dari perjuangan dan kegigihan tokoh-tokoh agama dalam memperjuankan kemerdekaan. Akhir-akhir ini banyak tokoh-tokoh agama yang dinilai buruk bahkan dituduh sedemikian rupa.
Beberapa tahun terakhir menjadi catatan buruk bagi bangsa dimana telah terjadi gerakan-gerakan separatis maupun radikalisme yang mengancam tatanam kehidupan berbangsa dan bernegara kita di NKRI.
Ironisnya, aksi ini sering di identikan dengan islam padahal sejujurnya dalam islam tak satupun perintah yang kemudian mengiyakan hal tersebut. Pemerintah harus ketahui bahwa musuh terbesar bangsa juga adalah penyebaran berita-berita hoax soal melibatkan agama dalam aksi-aksi radikalisme maupun terorisme.
Karna kalo di lihat dari sejarah maupun faktor-faktor munculnya paham radikalisme maupun teroris tak ada satupun yang menyangkut agama. Pada fakta sejarahnya, radikalisme merupakan embrio terorisme yang pada hakekatnya tidak lahir dari rahim agama. Hal tersebut bisa dapat dibukatikan dari fakta sejarah panjang tentang radikalisme di dunia dan juga di Indonesia.
Radikalisme justru terlahir dari berbagai macam faktor permasalahan antara lain, sosial ekonomi, politik, penjajahan, penindasan kelompok mayoritas terhadap minoritas, maupun kapitalisme terhadap dunia.
Inilah faktor yang menjadi embrio munculnya paham radikalisme maupun separatisme tersebut. Dalam hal ini saya ingin tegaskan bahwa hilangkan pemikiran yang merujuk pada tuduhan tentang agama yang menjadi sumber lahirnya gerakan radikalisme apalagi terorisme karna agama adalah jalan menuju keselamatan bukan sebaliknya.
Saya pribadi merasa miris dan sedih melihat sesama anak bangsa saling mencaci maki antara satu dengan yang lain Islam menuduh kristen, kristen menuduh islam, sesama umat beragama saling benci, saling menghujat satu dengan lainnya.
Jika seterusnya demikian bagaimana kita bisa mencapai sebuah perdamaian dunia sebagaimana yang di cantumkan dalam Pembukaan UUD 1945 ? Bukankah itu adalah cita-cita bangsa ?
Hari ini, kita mungkin senang dengan dunia kita yang kita lalui dengan segala unek-uneknya, kebanyakan dari kita mengaku benar-benar pancasilais, mengaku paling agamais, mengaku paling cerdas, pintar dan seterusnya, tapi pada prinsipnya kita yang mengaku ngaku paling pintar, cerdas, dan pancasilais.
Paling senang membuli orang, suka melihat orang di buli, bersikap apatis dengan keadaan hingga kebenaran yang dilihatnya sekalipun masi saja di anggap itu tidaklah benar, apakah itu yang di sebut pancasilais ? saya kira tidak!. Kita terlalu keasikan dengan dunia kita hingga lupa kedepan nantinya apa yang akan terjadi pada masa depan anak cucu kita.
Indonesia merupakan negara yang besar yang di dalamnya terdapat berbagai macam agama yang hidup saling berdampingan, dari sejak zaman penjajahan hingga kemerdekaan, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945. Nilai-nilai agama sangat diutamakan dalam bernegara dan di istimewakan oleh negara sesuai UDD 1945.
Era Reformasi Birokrasi harusnya menjadi tonggak peradaban bagi indonesia dari segala sisi, mengingat Indonesia adalah negara yang besar dengan kekayaan alam yang berlimpah. Akan menjadi sorotoan dunia kedepan nantinya. Dengan letak geografisnya yang diapit oleh dua benua antara Benua Asia dan Benua Australia serta di kelilingi oleh dua samudra yakni Samudra india Dan Samudra Pasifik, Indonesia dipastikan berpotensi menjadi Negara pusat peradaban dunia kedepannya. Syaratnya indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, jangan mau menjadi negara yang diatur oleh investor sebab Indonesia bukan negara bisnis bagi pemerintah maupun investor kembali ke UUD 1945.
Kekuatan indonesia hari ini adalah pancasila dan UUD 1945 jika satu dari kedua ini kemudian tergeser maka kita tidak akan perna mencapai tujuan bangsa yakni menciptakan perdamaian dunia dan menghapuskan penjajahan di muka bumi sesuai perintah UUD 1945.
saya secara pribadi menilai bahwa indonesia menjadi negara yang kuat dan besar hari ini bukan karna Kekayaannya yang melimpah, bukan juga karna indonesia memiliki putra putri terbaik yang mampu bersaing secara intelktual di tingkat nasional maupun internasional.
Khusus saya hanya mengingatkan kembali bahwa menurut saya hal yang membuat indonesia menjadi luar biasa adalah Idiologi Pancasila dengan semboyan Bihineka Tunggal Ika yang dijabarkan dalam batang tubuh undang undang dasar 1945. Sehingga lahirnya makna persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) Inilah kesitimewaan dan kekuatan bangsa indonesia untuk melawan ancaman dari dalam (internal) maupun dari luar (external) yang mencoba memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.
Di era reformasi birokrasi ini indonesia seakan tidak mampu membendung kuatnya pengaruh Globalisasi Dunia hingga berdampak buruk pada persatuan dan kesatuan bangsa. banyak gerakan gerakan radikalisme dan separatisme yang berkembang di NKRI, belum mampu untuk kemudian di atasi bahkan aksi terorismepun semakin maraknya terjadi di indonesia.
Indonesia banyak lembaga-lembaga khsus yang dibentuk pemerintah untuk menangkal paham-paham demikian namun terlihat jelas masi saja terjadi dan ada. Ini pertanda bahwa paham separatisme dan radikalisme ataupun terorisme masi terpelihara dengan baik di indonesia. pertanyaan saya dimana lembaga lemabaga bentukan pemerintah untuk menangani paham serta tindakan- tindakan tersebut ? kemana mereka ?
Simak saya paham paham semacam radikalisme, separstisme, terorisme, ini bukanlah paham yang lahir di indonesia dalam artian di indonesia tidak mengenal paham-paham demikian. Pertanyaannya kenapa bisa masuk ke indonesia ?
Dugaan saya, jika ini kemudian bukan merupakan pengaruh dari luar negara untuk memecah bela bangsa, berati internal negara sedang dalam keadaan yang mungkin tidak baik baik saja atau kemudian ada hal lain di balik semua problematika sosial hari ini.?
Kita sebagai anak bangsa mesti bersyukur bahwa pancasila masih berdiri kokoh sebagai ideologi bangsa Indonesia. Sebisa mungkin kita menghindar dari pengaruh pengaru External maupun Internal yang mencoba merongrong ketahanan pancasila dan keutuhan NKRI.
Kita sedang di adu para pemangku kebijakan di negeri ini. Keasikan mengurus hal besar bagi mereka hingga lupa hal kecil yang dibutuhkan masyarakat.
Hukum adalah alat penguasa yang sewaktu. Waktu membunuh rakyatnya sendiri. Dari sudut kota metro politan ku titipkan salam ku buat para pejuang parlemen jalanan




