Iniloh.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turun langsung meninjau wilayah terdampak bencana di Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (30/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, ia terlihat ikut memanggul karung beras bagian dari bantuan pangan yang disiapkan untuk warga setempat.
Kunjungan lapangan ini disebut sebagai upaya pemerintah memastikan penanganan darurat berjalan cepat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Di lokasi, Zulhas berdialog dengan warga, mengecek distribusi logistik, hingga memantau kondisi lapangan secara langsung.
“Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Bantuan harus sampai tepat sasaran dan tepat waktu,” ujar Zulhas di sela tinjauannya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog guna memperkuat suplai pangan ke daerah terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah juga dilibatkan untuk mempercepat pemetaan wilayah bencana dan identifikasi kebutuhan mendesak.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, bantuan pangan akan kami lipatgandakan. Stok harus aman dan distribusi dipercepat,” tegasnya.
Namun, alih-alih aksi turun langsung, Zulhas tak sepenuhnya menuai pujian. Di media sosial, sejumlah netizen justru merujaknya dengan mengungkit rekam jejak lama sang menteri ketika masih menjabat sebagai Menteri Kehutanan.
Sebuah video dokumenter tahun 2013 kembali viral, menampilkan momen ketika aktor Hollywood Harrison Ford memarahi Zulhas terkait maraknya kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Sumatera.
Dalam dokumenter tersebut, Ford tampak geram melihat kondisi hutan yang rusak akibat perambahan.
Netizen juga menyoroti data yang beredar di media sosial, yang menyebutkan bahwa selama menjabat Menteri Kehutanan, Zulhas diduga memberikan izin perkebunan hingga mencapai 1,64 juta hektare atau sekitar 25 kali luas Jakarta.
Temuan lama ini kembali digaungkan publik bersamaan dengan sorotan terkait bencana yang terjadi di Sumatra Barat.
Hingga kini, Zulkifli Hasan belum memberikan tanggapan terkait kembalinya polemik tersebut di tengah upaya penanganan bencana di Padang.





