Iniloh.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim akhirnya buka suara terkait polemik dugaan kasus pengadaan Chromebook yang belakangan menjadi sorotan publik.
Dalam pernyataannya, Nadiem dengan tegas membantah menerima aliran dana pribadi dari proyek pengadaan perangkat teknologi tersebut.
Ia memastikan tidak ada satu rupiah pun yang masuk ke kantong pribadinya dari kebijakan pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.
“Saya tidak pernah menerima sepeser pun uang dari pengadaan Chromebook,” tegas Nadiem dalam keterangannya.
Tak hanya membantah tudingan tersebut, Nadiem juga mempertanyakan arah penanganan kasus yang dinilainya janggal.
Ia menyoroti fakta bahwa kebijakan pengadaan Chromebook justru menghasilkan efisiensi besar bagi keuangan negara.
Menurut Nadiem, kebijakan tersebut berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp1,2 triliun dibandingkan skema pengadaan sebelumnya.
Karena itu, ia heran mengapa langkah yang dinilai menguntungkan negara justru berujung pada dugaan kriminalisasi kebijakan.
“Saya mempertanyakan, mengapa kebijakan yang secara nyata menghemat uang negara sampai Rp1,2 triliun malah dipermasalahkan secara hukum,” ujarnya.
Nadiem menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan sesuai aturan, dengan tujuan mempercepat transformasi digital pendidikan nasional serta memastikan akses teknologi yang lebih merata bagi peserta didik.
Isu dugaan kasus Chromebook ini pun menuai perhatian luas masyarakat, mengingat Nadiem dikenal sebagai figur sentral dalam agenda digitalisasi pendidikan Indonesia.
Pernyataan terbuka ini diharapkan dapat memberi kejelasan sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Hingga kini, Nadiem menyatakan siap bersikap kooperatif dan mendukung proses klarifikasi agar polemik ini dapat diselesaikan secara objektif, transparan, dan adil.






