Mosi Tidak Percaya Menguat, Forum Kiai Jawa Ultimatum Bentuk PBNU Tandingan

Mosi Tidak Percaya Menguat, Forum Kiai Jawa Ulltimatum Bentuk PBNU Tandingan

Iniloh.id – Polemik pembentukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tandingan mencuat dan menjadi sinyal paling serius dari krisis kepemimpinan di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Sikap keras itu disuarakan Forum Kiai NU Jawa, yang beranggotakan ratusan kiai pesantren dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Forum tersebut secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PBNU saat ini.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi internal NU yang dinilai kian menjauh dari nilai-nilai dasar organisasi, seperti musyawarah, keteladanan, dan ketenangan dalam berkhidmat.

Dalam sikap resminya, Forum Kiai NU Jawa menilai dinamika kepemimpinan PBNU belakangan ini justru memicu kegaduhan internal dan berpotensi menggerus marwah jam’iyah.

Karena itu, forum mengambil langkah tegas dengan mendesak digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB).

Bagi Forum Kiai NU Jawa, MLB dipandang sebagai satu-satunya jalur konstitusional untuk melakukan evaluasi kepemimpinan secara sah, terbuka, dan bermartabat sesuai dengan AD/ART Nahdlatul Ulama.

Forum menilai, melalui MLB, NU dapat kembali ke khittah organisasi yang menjunjung tinggi kebijaksanaan kolektif para ulama.

Tak berhenti di situ, forum juga menyampaikan ultimatum waktu tiga bulan agar Muktamar Luar Biasa segera dilaksanakan. Jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari PBNU, maka opsi pembentukan PBNU tandingan disebut akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir.

“Ancaman PBNU tandingan bukan tujuan utama, tetapi menjadi opsi terakhir bila jalan konstitusional tidak dibuka,” demikian sikap yang berkembang di internal forum.

Situasi ini menandai babak baru dinamika internal NU. Desakan MLB dan ancaman kepengurusan tandingan menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang serius dari kalangan kiai pesantren, sekaligus menjadi ujian besar bagi soliditas dan kepemimpinan PBNU ke depan.

Pos terkait