Iniloh.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta memastikan penanganan korban insiden mobil Makan Gizi Gratis (MBG) yang menabrak guru dan siswa SDN 01 Cilincing, Jakarta Utara, dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan manusiawi.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Subki, menegaskan bahwa seluruh korban harus mendapatkan layanan maksimal, mulai dari perawatan medis, pendampingan psikologis, hingga dukungan bagi keluarga yang terdampak.
“Penanganan korban harus terkoordinasi dengan baik, baik di sekolah maupun di rumah sakit. Tidak boleh ada kebutuhan korban yang terlewat,” ujar Subki dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).
Subki menambahkan, keberadaan posko penanganan terpadu menjadi penting agar proses penanganan berjalan responsif dan terpantau. Ia juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh atas rangkaian kejadian tersebut.
Menurutnya, evaluasi harus mencakup berbagai aspek, mulai dari faktor pengemudi, kondisi kendaraan, hingga pengaturan keamanan di lingkungan sekolah.
Langkah ini dinilai krusial sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pemprov DKI perlu mengevaluasi operasional dan tata kelola program MBG secara serius. Semua pihak yang terlibat harus benar-benar menerapkan standar keselamatan yang ketat,” tegasnya.
Sementara itu, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara mengambil langkah cepat dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SDN 01 Kalibaru pascainsiden tersebut.
Kebijakan PJJ diberlakukan menyusul insiden mobil MBG yang menabrak 20 murid dan seorang guru pada Kamis (11/12/2025). Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan memberikan ruang pemulihan bagi siswa serta tenaga pendidik.
Hingga kini, Pemprov DKI Jakarta masih melakukan penanganan lanjutan serta pendalaman terkait penyebab kecelakaan tersebut, termasuk memastikan kondisi para korban terus terpantau.






