Milad IMM ke 57 Tahun, Kader IMM di Harapkan Menjadi Kader Harapan Peradaban

Ilustrasi (Doc : DPP IMM)

Ambon – Di usia  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang ke 57 Tahun, kader IMM di seluruh Indonesia terkhusus Maluku, di harapkan mampu memberikan solusi dalam bentuk pemikiran membangun (Konstruktif), terhadap Negara, Agama dan Bangsa. 

Bacaan Lainnya

“Memang syaratnya untuk membuka kran peradaban tentu kuncinya harus menjadi kaders yang cerdas. Karena dengan modal itulah menjadikan kader IMM yang cerdas maka gagasan-gagasan Ke-Muhammadiyah Aan, dan gagasan besar World view pandangan kita tentang dunia ini dapat diterapkan dalam kehidupan kebangsaan dan keummatan.

Hal itu juga bisa menjadi petunjuk jalan untuk menemukan peradaban yang baik dan maju serta penuh moralitas sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW” Ujar Abdul Karim Tawaulu saat menghadiri Tabliqh Akbar di Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke 57 tahun yang diselenggarakan di Masjid Buya Hamka SMK Muhammadiyah Ambon, Maluku. 

Lebih lanjut, kata Abdul Karim Tawaulu bahwa sejarah kehidupan dunia akan terus berkembang sering dengan jalannya waktu, maka kaders IMM dituntut untuk terus mengeksplor dirinya untuk menjadi bagian terpenting dari sejarah peradaban Indonesia dan dunia. Karena, Lanjut Tawaulu ketika kaders IMM tidak mampu mengerti tentang arus perkembangan yang berkembang pesat dewasa ini, maka tentu akan tergilas oleh zaman.

“Kader IMM harus menjadi promotor utama perubahan bagai perabadan Indonesia dan Dunia sesuai dengan petunjuk Aq’quran dan As-sunnah” Pesannya

Pasalnya, Kader IMM harus menjadi kelompok cendekiawan muslim yang terorganisir di segala sektor kehidupan sosial keummatan dan kebangsaan dengan mempertegas realistis, organisasi, untuk menegakan amal Ma’aruf dan mencegah yang Mungkar.

Selain itu, ia juga mengingatkan di Milad IMM ke 57 tahun ini, kaders IMM harus memiliki sikap tanggungjawab yang tangguh dengan mengikutsertakan dengan masyarakat muhammadiyah secara menyeluruh. Pinta Tawaulu

Diakhir pernyatannya, Abdul Karim Tawaulu menyatakan bahwa Peradaban adalah upaya semangat setiap manusia untuk menjemput kejayaan demi masa depan. Peradaban itu dilihat dari kader-kader yang militan dan berpengetahuan, bukan sebagai kader pengekor atau alai bin lebai. Pungkasnya

Pos terkait