Iniloh.id – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa Siklon Tropis Senyar menjadi pemicu utama banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025 ini.
Fenomena tersebut memicu cuaca ekstrem yang menghantam Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat dengan intensitas hujan jauh di atas kondisi normal.
Hanif menyebutkan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Aceh Utara mencatat curah hujan hingga 310,8 mm per hari selama tiga hari berturut-turut.
Kondisi serupa terjadi di Kota Padang, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Medan, dan Tapanuli Tengah, meski data detailnya masih menunggu rilis resmi.
“Curah hujan ekstrem yang turun dalam waktu bersamaan membuat kerusakan yang timbul sangat besar. Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi akumulasi tekanan terhadap lingkungan,” ujar Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Dampak paling signifikan terlihat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, yang disebut memiliki karakteristik lanskap berbentuk V struktur yang sangat rentan terhadap peningkatan debit air.






