Iniloh.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa wacana pembekuan pegawai Bea dan Cukai masih jauh dari rencana pemerintah.
Ia menyebut pernyataan yang sempat disampaikan sebelumnya bukanlah kebijakan konkret, melainkan dorongan agar institusi tersebut terus melakukan pembenahan.
“Pembekuan itu bukan rencana. Itu bentuk tekanan supaya perbaikan bisa berjalan,” ujar Purbaya dalam keterangannya.
Menurut Purbaya, sejumlah perbaikan di lingkungan Bea Cukai sudah mulai terlihat. Salah satunya melalui optimalisasi penggunaan alat pemindai peti kemas (X-Ray) yang kini semakin efektif dalam mendeteksi barang.
Selain itu, Bea Cukai juga mengembangkan dua inovasi digital, yakni Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) dan Trade AI, yang ditujukan untuk meningkatkan transparansi, pengawasan, serta efisiensi pelayanan.
“Bea Cukai sebenarnya punya kapasitas dan kualitas. Tinggal didorong agar perbaikan bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Purbaya menegaskan, pembahasan soal pembekuan pegawai masih terlalu dini, termasuk untuk dibicarakan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Saya rasa terlalu cepat kalau bicara pembekuan, apalagi sampai dibawa ke kementerian lain,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peningkatan kemampuan sumber daya manusia di Bea Cukai, khususnya dalam membaca hasil pemindaian barang. Saat ini, sekitar 60 petugas telah mendapatkan pelatihan khusus.
Purbaya mengibaratkan kemampuan para petugas tersebut seperti “anjing pelacak”, keahlian yang tidak mudah dibentuk dan harus terus dijaga agar tetap tajam.
“Petugas-petugas ini harus dipelihara kompetensinya, karena keahliannya tidak gampang dicetak,” tutupnya.






