Iniloh.id – Liverpool perlahan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah meraih dua kemenangan beruntun di berbagai ajang. Hasil positif tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi Si Merah untuk kembali membangun kepercayaan diri dan menyelamatkan musim yang sempat berjalan tersendat.
Skuad asuhan Arne Slot sukses menundukkan Inter Milan dan Brighton & Hove Albion, masing-masing dengan skor 1-0 dan 2-0.
Tak hanya meraih poin penuh, Liverpool juga mencatatkan dua clean sheet, sebuah sinyal positif setelah periode performa yang kurang meyakinkan.
Rangkaian hasil ini sekaligus mengakhiri tren negatif Liverpool. Sang juara bertahan Liga Inggris kini tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir, dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Sebelumnya, Liverpool sempat terpuruk dengan sembilan kekalahan dari 12 laga di semua kompetisi.
Mantan striker Liverpool, Michael Owen, menilai kepercayaan diri menjadi faktor krusial di balik kebangkitan tersebut, terutama setelah laga tandang berat di kompetisi Eropa.
“Kepercayaan diri dari clean sheet dan kemenangan, apalagi setelah bermain tandang di Eropa dalam laga yang sulit, ini adalah tim yang sangat bagus,” ujar Owen.
Owen bahkan meyakini potensi Liverpool belum sepenuhnya terlihat. Menurutnya, jika seluruh pemain tampil di level terbaik, The Reds masih layak disebut sebagai tim terkuat di dunia.
“Kalau semua pemain berada di puncak performa, saya masih merasa Liverpool adalah tim terbaik di dunia,” katanya, dikutip dari Liverpool Echo.
Meski demikian, Owen mengakui Liverpool masih perlu membuktikan konsistensi untuk benar-benar kembali ke jalur juara.
Namun ia menilai peluang bangkit dan menebus hasil buruk di awal musim masih terbuka lebar.
“Walau mereka belum bermain sangat baik, Anda tetap harus takut pada Liverpool. Mereka sudah mengalahkan Arsenal dan Aston Villa, tampil bagus di laga tandang Eropa, serta kompetitif di Liga Champions,” lanjutnya.
Owen juga menepis anggapan bahwa Liverpool sedang mengalami musim bencana. Menurutnya, posisi klasemen dan pencapaian di Eropa masih menunjukkan situasi yang terkendali.
“Banyak yang menyebut ini bencana, tapi mereka masih di enam besar dan lolos di Liga Champions. Ini belum bisa disebut bencana. Musim masih panjang dan para pemain baru akan terus berkembang,” pungkasnya.






