Jokowi Masih Khawatir Soal Mudik. Begini Arahannya Untuk Kepala Daerah Se-Indonesia

Jakarta – Presiden Jokowi menyampaikan kekhawatirannya perihal larangan mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 ini. Ia mengingatkan seluruh kepala daerah baik di tingkap provinsi, kabupaten/kota untuk benar-benar dapat mengendalikan warganya agar tidak mudik lebaran tahun ini.

Bacaan Lainnya

Pun juga pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta dapat mengendalikan masyarakat terkait protokol kesehatan (prokes). Ia mengaku jika hal demikian tidak dilakukan dengan tegas dan penuh keseriusan maka kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia akan terjadi kenaikan lagi seperti halnya pada tahun lalu.

“Saya betul-betul masih sangat khawatir terkait mudik Hari Raya Idul Fitru pada tahun 2021 ini, namun saya meyakini pemerintah daerah yang dibantu oleh Forkopimda semuanya akan dengan segera mengatur mengendalikan terkait disiplin kesehatan. Saya juga meyakini kenaikannya tidaklah seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya terkait ketersediaan tenpat tidur pasien COVID-19 93 persen” kata presiden Jokowi yang ditayangkan kanalYouTube Sekretariat Presiden dalam acara pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada kepala daerah se-Indonesia pada Kamis, (29/04/2021)

Ia pun membuka data survey perihal jutaan warga yang berkeinginan untuk melakukan mudik lebaran pada tahun ini. Ia menuturkan bahwa sebelumnya adanya larangan mudik sebanyak 89 juta orang yang ingin melakukan mudik.

“Survey terkait mudik, sebelumnya ada larangan mudik yang mau mudik sebanyak 89 juta orang, kurang lebih 33 persen dan penduduk kita. Begitu ada larangan mudik turun menjadi 11 persen namun angkanya tetap masih 29 juta” ujarnya

Menurutnya, angka terebut masih sangat tinggi, meskipun sudah turun angkanya yakni 7 persen setelah ada sosialisasi larangan mudik saat lebaran.

Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh kepala daerah untuk menyampaikan larangan mudik kepada masyarakatny. Pun juga, ia meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Oleh karna itu, harus disampaikan terkait larangan mudik agar bisa berkurang, yang paling penting ialah bagaimana dapat menekankan terkait disiplin yang ketat mengenai protokol kesehatan. di sinilah kuncinya” paparnya

Pos terkait