JCCNetwork.id- Setelah kekalahan pertamanya di ajang ONE 167: Tawanchai vs Nattawut II pada 8 Juni lalu, Johan Ghazali, yang dijuluki sebagai “Rodtang dari Melayu,” berkomitmen untuk segera bangkit kembali.
Ghazali, yang dikenal sebagai “Jojo,” bertarung sengit melawan Nguyen Tran Duy Nhat di Impact Arena, Bangkok. Meskipun memberikan perlawanan kuat selama tiga ronde, Ghazali harus mengakui keunggulan Duy Nhat berdasarkan perhitungan poin, mengakhiri rekor kemenangan beruntun 5-0 miliknya.
Dalam pertandingan tersebut, Ghazali menghadapi tantangan besar untuk melancarkan serangan khasnya karena Nguyen Tran Duy Nhat, seorang petarung unggulan asal Vietnam, berhasil mengantisipasi dan menangkis serangan Ghazali dengan serangan balik yang efektif.
“Laga itu membuat saya frustrasi karena Nguyen adalah petarung teknis,” kata Ghazali.
“Dia punya banyak pengalaman. Dia tahu serangan yang akan datang bahkan sebelum benar-benar datang,” ujarnya.
Meski menghadapi kekalahan, Ghazali tetap optimis dan mendapatkan dukungan besar dari para penggemar di Malaysia. “Mohon maaf kepada semua penggemar yang datang langsung dari Malaysia ke Bangkok untuk mendukung saya,” ujar Ghazali.
“Saya 100 persen merasakan dukungan mereka. Tetap dukung saya,” katanya.
“Saya melakukannya demi penggemar. Saya akan kembali,” katanya.
Ghazali, yang baru sekali kalah di ONE Championship, mengakui bahwa dia sudah beberapa kali menghadapi kesulitan dalam hidupnya. “Saya pernah kalah sebelumnya. Saya pernah kalah dalam kehidupan,” ucap Ghazali.
“Kekalahan adalah bagian dari kehidupan,” ujarnya.
“Jangan nilai dari kemenangan saya. Nilailah dari bagaimana saya bangkit dari kekalahan,” pungkasnya.
Kepercayaan pada kemampuan Ghazali untuk bangkit kembali tidak hanya datang dari dirinya sendiri. Nguyen Tran Duy Nhat, yang berhasil mengalahkan Ghazali, juga mengakui potensi besar dari petarung muda ini.
“Johan masih muda dan kuat. Dia punya pikiran yang kuat pula dan dia pastinya akan jadi juara masa depan di ONE Championship,” ujar Duy Nhat.
CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, juga melihat masa depan yang cerah bagi Ghazali. “Jojo masih muda. Dia baru berusia 17 tahun,” kata Sityodtong.
“Dia kurang berpengalaman. Lawannya adalah petarung nomor satu dari Vietnam,” ucapnya.
“Nguyen berusia 35 tahun dan memiliki lebih banyak pengalaman,” ujarnya.
“Saya rasa Jojo perlu mendapatkan lebih banyak pengalaman di masa depan,” tutupnya.





