Iniloh.id – Sekjen Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98), Ferry Supriyadi, menilai derasnya hoaks dan permainan opini mengenai isu “reformasi Polri” membuat publik gagal melihat sederet perubahan besar yang sudah dijalankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ia menegaskan bahwa transformasi yang berlangsung saat ini jauh melampaui sekadar reformasi.
“Polisi itu buah reformasi 98. Apa yang dilakukan Kapolri sekarang bukan lagi reformasi, tapi revolusi. Banyak sejarah baru yang ia ciptakan,” ujar Ferry, Jumat (21/11).
Menurutnya, Jenderal Sigit telah melakukan lompatan besar dalam membenahi internal kepolisian mulai dari penanganan kasus besar hingga penegakan hukum tanpa tebang pilih.
“Kasus-kasus besar ditangani tanpa saling lindungi. Itu bukan reformasi biasa, itu revolusi internal,” tambahnya.
Ferry juga menyoroti munculnya isu “Tim Reformasi Polri” yang digulirkan pihak di luar institusi.
Menurutnya, isu tersebut dipicu oleh tekanan opini dan propaganda politik yang memanfaatkan momentum tertentu, termasuk turbulensi kasus besar pada Agustus lalu.
“Jangan jadikan Polri kambing hitam,” tegasnya.
Dalam diskusi yang dipandu Abdullah Kelrey dan diselenggarakan oleh Corong Rakyat bersama JARI 98, para peserta sepakat bahwa arah reformasi Polri tidak boleh digiring oleh kepentingan politik.
Mereka menekankan bahwa proses perubahan harus terbebas dari hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi liar yang marak di media sosial.






