JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa intensifikasi pencarian buronan kasus suap, Harun Masiku, tidak ada kaitannya dengan peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pemerintahan mendatang.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, sebagai tanggapan terhadap spekulasi yang mengaitkan upaya KPK dengan posisi PDIP. Menurut Marwata, langkah KPK yang kembali memeriksa sejumlah saksi, termasuk Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, pada Senin (10/6), adalah murni tindak lanjut dari informasi terbaru yang diterima terkait keberadaan Harun.
“Sebenernya enggak ada hubungannya ya karena kalo dari pimpinan sendiri enggak sampai ke sana,” ujar Marwata di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Marwata menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari pihak manapun terhadap KPK dalam upaya mereka mencari Harun Masiku.
“Mudah-mudahan saja dalam satu minggu ketangkap. Mudah-mudahan,” ujarnya.
Nawawi menekankan bahwa pimpinan KPK secara konsisten menginstruksikan upaya pencarian Harun Masiku.
“Kami pimpinan itu yang pertama menginstruksikan terus bahwa cari HM. Lanjut langkah-langkah yang dilakukan teman-tan penyidik mungkin bagian daripada perintah pimpinan,” tegas Nawawi kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta.
Namun, Nawawi mengakui belum ada perkembangan signifikan dalam pencarian buronan yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Januari 2020 tersebut.
Untuk diketahui, Harun Masiku, mantan calon legislatif dari PDIP, diduga menyuap mantan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, terkait penggantian antarwaktu anggota DPR RI periode 2019-2024. Kasus ini membuatnya ditetapkan sebagai tersangka dan buron sejak 17 Januari 2020.






