Iniloh.id – Wakil Ketua Umum PB SEMMI sekaligus Direktur Haidar Alwi Institute, Sandri Rumanama, menegaskan pentingnya penyelidikan mendalam terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga beroperasi tidak sesuai ketentuan.
Akibatnya, menyebabkan kerusakan lingkungan dan memicu banjir besar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Menurut Sandri, bencana yang terjadi bukan hanya soal penanganan lapangan, tetapi juga harus dibarengi dengan proses hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang diduga merusak alam.
“Pertanyaannya sekarang, apakah perusahaan-perusahaan itu beroperasi sesuai izin? Berapa luas lahan yang mereka kelola? Apakah aktivitasnya sesuai ketentuan atau justru melebihi batas?” ujarnya dalam Podcast JCC Network bertema Progresif Inovasi Polri Tangani Bencana Indonesia 5 Tahun Terakhir, Selasa (9/12/2025).
“Penegak hukum harus menindak tegas para pelaku yang diduga menjadi pemicu banjir akibat pembukaan lahan ilegal. Negara tidak boleh kalah, rakyat bersama penegak hukum dalam hal ini Polri” tegas Sandri.
Sandri menilai kerusakan lingkungan yang memicu bencana merupakan akibat dari aktivitas manusia yang tidak terkendali.
Ia mengaitkan hal itu dengan prinsip moral dan keagamaan yang mengingatkan manusia agar tidak merusak alam.
“Dalam keyakinan saya sebagai muslim, kerusakan yang terjadi di muka bumi adalah akibat ulah manusia. Dari kerusakan itu muncul bencana. Karena itu penegakan hukum harus berjalan,” tegasnya.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri yang saat ini menyelidiki dugaan aktivitas ilegal di sejumlah kawasan lahan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Menurutnya, investigasi terhadap dugaan perusakan hutan, pembukaan lahan tidak berizin, maupun pelanggaran izin konsesi harus dilakukan secara transparan.
Terkait adanya anggapan bahwa sejumlah “nama besar” berada di balik kerusakan tersebut, Sandri mengakui hal itu dapat menjadi tantangan tersendiri.
Namun ia tetap optimis Polri dapat mengungkap seluruh aktor yang terlibat.
“Rintangan itu wajar. Tapi saya optimis semua bisa diungkap oleh kepolisian, apalagi di era pemerintahan Presiden Prabowo yang mendorong penegakan hukum secara tegas,” katanya.
Dampak Bencana Dinilai Sangat Serius
Sandri menilai kasus kerusakan lingkungan ini tidak boleh dianggap remeh.
Ia mengingatkan bahwa bencana yang terjadi telah mengakibatkan banyaknya korban jiwa, rusaknya infrastruktur, hingga trauma psikologis pada anak-anak dan masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan administratif. Ini menyangkut nyawa rakyat dan masa depan lingkungan kita,” tegasnya.
Sandri berharap penyelidikan Polri tidak hanya mengungkap pelaku lapangan, tetapi juga aktor-aktor besar yang berada di balik aktivitas perusakan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum yang kuat menjadi kunci mencegah bencana serupa di masa depan.






