Iniloh.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan anggaran besar untuk memperkuat sektor pendidikan. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyebut total dana Rp92,035 miliar dialokasikan untuk program revitalisasi SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Menurut Sherly, kebijakan ini menjadi langkah strategis jangka panjang demi meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi masa depan Maluku Utara.
“Ini adalah investasi besar bagi masa depan anak-anak Maluku Utara. Revitalisasi bukan hanya soal bangunan sekolah, tapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan pendidikan,” ujar Sherly di Ternate, Minggu, (14/12)
Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di daerahnya saat ini sangat besar dan dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.
Secara rinci, 35 SMA menerima anggaran revitalisasi dengan total Rp36,45 miliar, kemudian 33 SMK memperoleh Rp48,83 miliar, dengan penerima terbanyak berada di Halmahera Utara.
Sementara itu, 7 SLB mendapatkan alokasi Rp6,75 miliar untuk mendukung layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Selain revitalisasi fisik sekolah, Pemprov Maluku Utara juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan.
Sherly menyebut pemerintah daerah tengah menangani sekitar 80 titik sekolah yang belum memiliki akses sinyal, sekaligus memberikan dukungan pembiayaan melalui APBD bagi sekolah-sekolah di wilayah kepulauan.
Ia menegaskan bahwa di Maluku Utara tidak ada pungutan biaya pendidikan. Seluruh siswa bebas dari uang sekolah maupun uang komite.
“Pendidikan di Maluku Utara benar-benar gratis dan inklusif,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemprov juga fokus pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Pada tahun 2026, pemerintah daerah merencanakan penambahan dukungan bagi guru honorer.
Kemudian, pemberian beasiswa, serta penguatan kapasitas guru melalui uji kompetensi dan penilaian berkelanjutan.
Saat ini, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Maluku Utara berada di angka 46. Angka tersebut dinilai masih membutuhkan kerja keras bersama agar kualitas pendidikan terus meningkat.
Menatap tahun 2026, Sherly optimistis perhatian pemerintah pusat terhadap Maluku Utara akan semakin besar.
Usulan revitalisasi satuan pendidikan melonjak signifikan dari 226 unit pada 2025 menjadi 785 unit pada 2026, mencakup SD, SMP, PAUD, hingga PKBM.
Bahkan, Pemprov Maluku Utara juga merencanakan penerapan SMA Terbuka mulai 2026 sebagai solusi pendidikan bagi wilayah kepulauan dan daerah terpencil.






