Gubernur Maluku Ajak Semua Pihak Bersatu Atasi Konflik Arbes Ambon

Gubernur Maluku Ajak Semua Pihak Bersatu Atasi Konflik Arbes Ambon
Gubernur Maluku menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan untuk mengatasi konflik di Arbes Ambon (Foto: Antara/Dedy Azis)

Iniloh.id – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan meredam konflik yang kembali pecah di kawasan Arbes, Kota Ambon, tepatnya di sekitar Kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji (UIN AMSA).

Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan lintas unsur yang digelar di Ambon, Sabtu (27/12/2025).

Hendrik menghadirkan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta jajaran pengamanan dari Polda Maluku dan Kodam XV/Pattimura.

Bacaan Lainnya

Bupati Seram Bagian Timur dan Wali Kota Ambon juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Kami mengundang para tokoh agama dan tokoh pemuda untuk duduk bersama di Polda Maluku guna menyikapi konflik yang terjadi di sekitar Kampus UIN AMSA,” ujar Hendrik.

Menurutnya, pertemuan ini bertujuan memperkuat dukungan terhadap aparat kepolisian dalam memulihkan situasi keamanan serta memastikan penegakan hukum berjalan tegas namun tetap proporsional.

Hendrik menilai konflik di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi, sehingga membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari aspek hukum, keamanan, hingga sosial kemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa proses penetapan tersangka harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Untuk menetapkan tersangka dibutuhkan minimal dua alat bukti yang sah. Jika itu terpenuhi, saya yakin kepolisian akan bertindak. Saat ini aparat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelasnya.

Meski publik berharap pelaku segera ditangkap, Hendrik meminta masyarakat tetap memberi ruang bagi aparat untuk bekerja secara profesional. Ia juga mengingatkan warga agar tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

“Saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum tentu benar. Informasi resmi terkait penanganan konflik ini bersumber dari Polda Maluku,” tegasnya.

Sebelumnya, bentrokan antarkelompok pemuda di kawasan Arbes mengakibatkan dua orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka panah dan bacokan parang.

Salah satu korban merupakan mahasiswa UIN AMSA yang mengalami luka di pergelangan tangan kiri.

Pantauan di lapangan menunjukkan aksi saling lempar batu dan penggunaan senjata tajam terjadi di sekitar pertigaan Kampus UIN AMSA hingga meluas ke kawasan Air Besar (Arbes), tepat di depan salah satu gerai swalayan.

Aparat keamanan kini meningkatkan pengawasan guna mencegah konflik susulan.

Pos terkait