GPPI Tagih Janji DPP KNPI Versi Haris Pertama Penjarakan Abu Janda

 


Bacaan Lainnya

Telusurfakta.com – Gerakan Penyelamat Pemuda Indonesia (GPPI) berencana akan menggelar aksi tagih janji ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) versi Haris Pertama di kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia pada rabu, 24 Februari 2021 esok.

Koordinator Nasional GPPI, Rahman Soulissa dalam keterangan persnya menyebutkan, pihaknya menggelar gerakan tagih janji tersebut yang semula sesuai dengan janjinya Ketua Umum KNPI versi Haris Pertama yang saat itu ingin memenjarakan Permadi Arya (Abu Janda) dengan cuitan dugaan Rasisme kepada Komisioner Komnas HAM Natalus Pigai yang sempat membuat heboh Republik Indonesia

“Jelas Cuitan Janji Haris Pertama di akun pribadinya yang juga sempat menghebohkan seluruhnya dengan ingin mundurkan diri dari Ketum KNPI jika tidak memenuhi janjinya memenjarakan abu janda. Sudah sekian lama ini, kepastian hukum atas janjinya Haris tidak jelas tanda-tanda kepastiannya” Ujar Rahman kepada awak media, Jumat, (19/02/2021)

Lebih lanjut, kata Rahman, pihaknnya mendesak dua kementrian tersebut untuk mencabut Surat Keputusan (SK) DPP KNPI atas nama Haris Pertama. Pasalnya, Haris Pertama telah mencoreng nama baik dan marwah KNPI dengan janjinya tidak terpenuhi.

“Olehnya, kami akan mendesak Kemenpora dan Kemenkumham RI untuk dengan tegas mencabut SK DPP KNPI versi Haris Pertama. Jelas ini yang dipertaruhkan nama besar dan marwah KNPI seluruh Indonesia. Jangan biarkan itu terjadi” Tegasnya

Disamping itu, dengan kondisi pecahnya kepengurusan DPP KNPI, Rahman sempat menghimbau Haris Pertama (Red) untuk tidak semena-mena memanfaatkan jabatan di DPP KNPI untuk mempromosikan dirinya tanpa memperbaiki KNPI ke arah lebih baik kedepannya. Dirinya mengingatkan untuk pemuda dan pemudi seluruhnya agar mengelurakan sikap mosi tidak percaya kepada Ketua Umum DPP KNPI versi Haris Pertama.

“Kami meminta agar sikap tegas mosi tidak percaya kepada Haris di lakukan seluruhnya oleh pemuda dan pemudi di seluruh tanah air. Bagaimana kita bisa percaya pemimpin pemuda yang seperti itu, jika janjinya saja tidak  ditepati. Dalam keyakinan Haris (Islam) janji seorang pemimpin itu amat berat dosanya jika tidak ditepati” Ulasnya lagi

Diakhir pernyataannya, Koordinator Gerakan Penyelamat Pemuda Indonesia (GPPI) itu menuturkan akan terus mengawal masalah ini hingga tuntas.

“Selain aksi, Insya Allah akan menggelar Konferensi Pers secara terbuka, sebagai bentuk tegas kami terhadap masalah ini. Begitu sombongnya Haris di saat debatnya mengatakan tidak selevel atau apalah itu, sekarang mana janjinya sesuai dengan levelnya itu” tegasnya Rahman menutup pernyataannya

Pos terkait