Iniloh.id – Ketua Umum Genre Indonesia, I Putu Arya Aditia Utama, menegaskan bahwa generasi muda pada dasarnya tidak memiliki niat untuk berbuat jahat atau merusak negara.
Ia menilai perilaku anak muda lebih banyak dipengaruhi oleh kejujuran hati dan dorongan nurani, meski terkadang hal itu membuat mereka tanpa sadar melanggar aturan.
“Anak muda itu sebenarnya nggak ada yang ingin berbuat jahat. Yang terjadi adalah mereka nggak tahu bahwa apa yang mereka lakukan bisa masuk kategori kejahatan,” kata Arya dalam Podcast Koma.id, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, ketika ada tindakan yang berujung pada kriminalitas, para pelaku muda lebih tepat disebut sebagai korban dari minimnya akses informasi dan ruang berekspresi. Mereka hanya menyuarakan keresahan tanpa memahami konsekuensi di balik aksinya.
“Orang muda itu selalu menjadi korban. Ketidaktahuan itu muncul karena mereka tidak punya akses, dan sistem memang tidak memberikan akses tersebut,” jelas lulusan terbaik Universitas Soedirman itu.
Arya menekankan bahwa negara justru perlu merangkul generasi Z dan kelompok muda lainnya.
Ia menilai pemahaman terhadap pola pikir mereka menjadi kunci dalam membangun keamanan dan ketertiban bersama.
“Kalau kita ingin menciptakan keamanan, gen Z harus punya sense of belonging terhadap negara. Kritik yang mereka sampaikan itu sebetulnya bentuk cinta pada negeri ini,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat membuka lebih banyak ruang dialog, serta mengedukasi generasi muda agar suara mereka tersalurkan dengan cara yang tepat.






