Gaji Pas-Pasan, Tugas Berat: GPK RI Tekan Reformasi Polri Harus Dimulai Dari Kesejahteraan Anggota

Gaji Pas-Pasan, Tugas Berat: GPK RI Tekan Reformasi Polri Harus Dimulai Dari Kesejahteraan Anggota
Ketua Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK RI), Abdullah Kelrey.

Iniloh.id – Komite Nasional Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK RI) menegaskan bahwa perbaikan kesejahteraan personel harus menjadi prioritas dalam agenda Reformasi Polri.

Ketua GPK RI, Abdullah Kelrey, menyampaikan bahwa gaji dan tunjangan yang diterima anggota Polri tidak boleh lagi diabaikan di tengah meningkatnya beban tugas mereka.

Menurut Kelrey, anggota Polri bekerja dalam tekanan tinggi setiap hari mulai dari penegakan hukum, pengamanan masyarakat, hingga menangani berbagai situasi darurat.

Bacaan Lainnya

Reformasi Polri Harus Mulai Dari Kesejahteraan Anggota

Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima belum sebanding dengan kompleksitas dan risiko pekerjaan tersebut.

“Banyak anggota masih bergaji pas-pasan. Jangan beri tugas berat kalau tunjangan mereka belum memadai. Ini soal keadilan bagi garda terdepan pelayanan publik,” tegasnya, Sabtu (22/11/2025).

Kelrey menekankan bahwa kesejahteraan harus ditempatkan sebagai fondasi reformasi, bukan pelengkap.

Pos terkait