Iniloh.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengkritisi efek berbahaya media sosial yang kerap dijadikan alat untuk membangun citra negatif tanpa data akurat.
Ia menilai banyak akun di dunia digital yang justru sengaja memproduksi ketidakpercayaan terhadap Polri.
“Media sosial ini seperti pisau bermata dua. Masih banyak yang belum cerdas mencerna informasi. Judul provokatif langsung dibagikan, padahal isinya belum tentu benar,” kata Fernando Emas.
Ia menegaskan bahwa medsos kini sangat mudah membentuk opini publik. Mulai dari kritik yang tidak berdasar, penyebaran hoaks, hingga framing negatif, semuanya memperburuk persepsi masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Belanja masalah lewat media sosial itu penting. Tapi jangan sampai reaktif. Tingkat kepuasan publik 79,8%, tapi yang tidak puas jangan sampai makin banyak,” ujarnya.
Fernando mengingatkan bahwa meski survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri sudah cukup tinggi.
Pasalnya, opini negatif bisa sewaktu-waktu meledak jika ruang penyebaran hoaks tidak dikendalikan.
Menurutnya, literasi digital dan penyajian informasi yang akurat menjadi kunci menjaga stabilitas kepercayaan publik.






