Jakarta – Desas-desus isu yang memberitakan Wakil Ketua DPR RI yang terlibat kasus jual beli jabatan di Kota Tanjung Balai Sumut sudah mulai surut, padahal minggu lalu beliau (AS) baru saja dipanggil dan diperiksa oleh KPK atas keterlibatannya. Akan tetapi sekarang berita tersebut menjadi redup, tak tahu ada apa sebenarnya?
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah saat ditemui Ditemui di Jakarta, Kamis, (17/6/2021) ikut mengomentari hal tersebut.
Pasalnya, berita dugaan kasus jual beli jabatan di Kota Tanjung Balai Sumut seperti halnya drama sinetron yang belum selesai sinetronnya. Namun ditengah perjalanan sudah muncul sinetron baru dengan pemain yang sama tapi beda judul.
“KPK habis energinya sehingga lupa jobdesk nya, ribut internal membuat mereka terkuras habis energinya yang pasti senang ya rampok-rampok uang rakyat itu,
Makanya sedari awal kalau memang KPK terus berkonflik lebih baik bubar saja, kembalikan kepada kepolisian dan Kejaksaan untuk urus ini dengan baik dan benar”kata Iskandarsyah
Selain itu, lanjut dia, KPK sudah cukup bukti, keterangan dari semua tersangka menjurus ke beliau, tapi sampai hari ini KPK stag seperti orang kena stroke, matanya bisa melirik tapi badannya diam. Keterangan dari walikota tanjung balai dan penyidik yang dipanggil kerumah dinas wakil ketua DPR RI itu sudah cukup bukti kok,
Mau dinaikkan untuk menutup isu yang lain? Ini konyol namanya. Sambungnya lagi
Ia ikut mengingatkan KPK untuk meLakukan penahanan secara lansung dikarenakan sudah cukup alat buktinya.
“Jangan bicara azas praduga tak bersalah disini, keterangan dari para tersangka sudah cukup menggiring wakil ketua DPR RI itu menuju hotel prodeo. Jangan mengulur-ngulur waktu dengan berkonflik internal, habis lah energi mereka semua, kerjaan pun semakin tak fokus dan pastinya rampok-rampok negeri ini bertepuk tangan tambah Iskandar lagi,
Saya melihat KPK sudah tak punya imun lagi, sudah lemas”Tegasnya
Jangan lah walikota dan penyidik itu yang terus dijadikan bempernya AS. Mereka cuma eksekutor, konseptor nya yang harus dibabat habis. Kalau ini dibiarkan, KPK terus berkonflik yang tak berujung, maka semua kasus korupsi juga stag, termasuk kasusnya AS ini,
Iskandarsyah berharap dugaan kasus jual beli jabatan di kota tanjung balai sumut ini segera terselesaikan hingga tuntas. KPK diminta tidak hanya menyelesaikan perkara kecil-kecil saja, namun jauh dari itu juga kasus besar seperti halnya AS yang dianggap sudah cukup bukti atas keterangan Walikota dan penyidik KPK yang jadi tersangka.
“Jangan yang kecil-kecil yang kebabat, yang besar dipangkas skalian, AS sudah cukup bukti atas keterangan Walikota dan penyidik KPK yang jadi tersangka. AS sudah offside berani intervensi KPK seenaknya. Sudah pas AS segerakan jadi tersangka, kalau ini berlarut-larut akan menjadi preseden buruk bagi publik” Pungkas Iskandarsyah mengakhiri wawancaranya







