Dua Polisi Terluka Akibat Serangan Celurit Geng Motor

Polisi Amankan 5 Remaja Mau Tawuran di Jaksel, 2 Celurit dan 1 Motor Disita
Tawuran para remaja. (Foto: Ilustrasi)

JCCNetwork.id- Kota Probolinggo digemparkan dengan adanya bentrokan antara dua geng motor, Gaza dan All Star pada Minggu dini hari (2/6/2024). Kejadian tersebut terekam kamera ponsel warga dan menyebar luas di media sosial.

Dalam insiden tersebut, dua anggota Satuan Samapta Polres Probolinggo Kota, Bripda Adam dan Bripda Alfian, menjadi korban keganasan geng motor. Bripda Adam menderita luka bacok di telapak tangan, sementara Bripda Alfian mengalami luka serupa di tangan dan pelipis. Keduanya segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat, RSUD Dokter Mohammad Saleh Kota Probolinggo.

Polres Probolinggo Kota langsung merespons dengan cepat, melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku. Dalam waktu singkat, tiga dari empat pelaku berhasil ditangkap.

Bacaan Lainnya

Mereka adalah M Hafiz, yang diduga sebagai ketua geng Gaza dan provokator utama, M Bagus, yang diketahui membawa celurit, dan ID, remaja 17 tahun yang melakukan pembacokan.

M Hafiz mengungkapkan bahwa sekitar 80 anggota geng motor terlibat dalam bentrokan tersebut. Motifnya dipicu oleh saling ejek di media sosial.

“Dari situ pihak kami kemudian mengumpulkan anggota, untuk menyerang geng All Stars di sekitar Jalan Lingkar Utara Kota Probolinggo,” ungkap M Hafis, Senin (3/6/2024).

Menurut hasil penyelidikan, kedua polisi terluka saat mencoba membubarkan gerombolan geng motor yang bersenjatakan celurit. Iptu Zainullah, Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, menyatakan bahwa setidaknya 23 orang telah ditangkap untuk dimintai keterangan.

Zainullah menambahkan bahwa bentrokan tersebut dipicu oleh permusuhan lama antar geng motor, yang semakin memanas saat salah satu anggota geng merayakan ulang tahun dengan menyerang geng lain.

“Jadi tawuran pecah, karena awalnya memang ada bibit permusuhan antar geng motor dan geng motor lainnya. Kebutulan salah satu anggota geng motor ada yang sedang ulang tahun, sehingga dirayakan dengan cara menyerang geng yang lain,” jelas Zainullah.

Para tersangka kini menghadapi berbagai dakwaan, mulai dari penganiayaan, hasutan, hingga pelanggaran Undang-Undang Darurat karena membawa senjata tajam.

Barang bukti yang diamankan petugas termasuk satu bilah celurit sepanjang 50 sentimeter, satu unit sepeda motor Honda CBR berwarna merah putih, satu unit handphone, serta pakaian yang dikenakan oleh pelaku saat kejadian.

Pos terkait