Dikatain Radikal, Ini Penjelasan Din Syamsuddin..!!


Telusurfakta.com – Din Syamsuddin menyikapi tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya yang dianggap sebagai Radikal yang beredar di masyarakat saat ini.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan bincang Din Syamsuddin yang ditayangkan kanal YouTube Karni Ilyas Club pada Minggu, (21/02/2021) malam, memberikan pandangan klarifikasi atas persoalan tersebut. Din menjelaskan dirinya sesungguhnya sudah tidak kaget atas pernyataan Radikal yang saat ini ditimpahkan kepada dirinya. ia juga meyakini tuduhan tersebut tidak mendasar dan tidak faktual sebagaimana kenyataannya.

Dalam kesempatan tersebut, Din Syamsuddin juga menjelaskan terdapat pembelokan makna radikal dalam watak dan kepribadian Masyarakat Indonesia dewasa ini. Paslanya, hukum beragama dan bernegara mestinya dilandasi dengan radikal yang diberi makna mengakar atau mendalam dalam tafsir postif. Namun justru sebaliknya, banyak yang tidak mengerti makna dan arti postif dari kata radikal. 

Baginya, hal tersebut justru merupakan kekeliruan dalam memandang pengertian secara harfiah makna Radikal yang sebenarnya sehingga banyak yang justru salah memberi arti dari kalimat tersebut.

“Sangat tidak kaget ya. terutama karena saya meyakini apa yang dituduhkan itu tidak faktual. Baik secara jati diri itu watak saya untuk bertindak Radikal. apalagi kegiatan saya selama ini adalah kebalikan dari radikal sekalipun saya tidak setuju dengan the radikalisasi itu. Radikal itu mempunyai arti postifi juga. Beragama itu harus radikal begitu juga dalam bernegara. cuman sekarang ada distorsi dalam pemaknaannya tentang Radikal” ” Ujar Din Syamsuddin

Lebih lanjut, Din Syamsudin menjelaskan pergeseran makna kata Radikal dari arti yang sebanarnya justru sudah terjadi sejak beberpa dekade belakangan ini.

“Ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. sudah beberapa tahun-tahun lalu radikal ini sudah sangat sering dimaknai salah terhadap maknanya. Terlebih penting pada persoalannya saat ini ialah pemahaman atas suatu penafsiran tidak mesti dipandang parsial (singkat) melainkan menyeluruh agar ditemukan pengertian dan karakter dari kalimat yang sebenarnya itu” Ucapnya

Pos terkait