Iniloh.id – Polemik mengenai Bandara Khusus IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah kembali ramai diperbincangkan.
Sorotan publik menguat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyinggung operasional bandara tersebut yang di sebut berjalan tanpa kehadiran aparat negara.
Di tengah ramainya isu itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberi penegasan penting.
Ia memastikan bahwa perubahan status bandara yang sebelumnya di cabut sebagai bandara berstatus internasional oleh Kementerian Perhubungan tidak akan menggoyang kepercayaan investor maupun aktivitas industri di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
“Perubahan status ini tidak berpengaruh pada kepercayaan investor. Dalam persaingan global, pelaku usaha lebih fokus pada kepastian regulasi ketimbang polemik politik,” ujar Rosan, Selasa.
Menurutnya, yang paling di hitung pelaku bisnis internasional saat ini adalah stabilitas nasional dan konsistensi kebijakan, dua hal yang ia nilai masih terjaga dengan baik di Indonesia.
Itu sebabnya, ia optimistis dinamika yang muncul di ruang publik tak akan berdampak pada minat investasi di sektor hilirisasi.
“Investor sangat menghargai stabilitas dan minimnya gejolak politik yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi. Indonesia saat ini berada pada posisi yang baik,” lanjut mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat itu.
Rosan juga memastikan agenda besar hilirisasi di kawasan Bandara Khusus IMIP tetap berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses industri yang berlangsung di Morowali tidak terpengaruh oleh polemik bandara yang sedang mencuat.






