Iniloh.id – Nama Jendi Pangabean kembali mengukir sejarah di panggung olahraga Asia Tenggara. Atlet para renang andalan Indonesia itu tampil luar biasa di ASEAN Para Games (APG) 2025 yang berlangsung pada Januari 2026.
Jendi Pangabean sukses menyabet tujuh medali emas dan menjadi atlet Indonesia paling sukses di ajang tersebut.
Masuk kolam dengan determinasi tinggi, Jendi keluar arena sebagai simbol dominasi Merah Putih. Atlet berusia 34 tahun ini sukses mengamankan emas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu S9.
Selanjutnya, 100 meter gaya punggung S9, 100 meter gaya kupu-kupu S9, 100 meter gaya bebas S9, serta 200 meter gaya ganti perseorangan SM9 putra.
Tak hanya bersinar di nomor individual, Jendi juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan tim estafet Indonesia yang meraih emas di 4×100 meter gaya bebas S1–S10 dan 4×100 meter gaya ganti S1-S10.
Prestasi gemilang ini melanjutkan konsistensi Jendi di ajang ASEAN Para Games. Pada edisi 2017, ia mengoleksi lima emas, prestasi serupa diulang pada APG 2022 Solo, sebelum menambah koleksi enam emas dan satu perunggu pada APG 2023 di Kamboja.
“Sebagai atlet yang sudah masuk pelatnas, saya punya tanggung jawab untuk memenuhi target. Bagi saya, disiplin adalah nomor satu, termasuk menjaga asupan yang masuk ke tubuh,” ujar Jendi, dikutip dari rilis resmi NPC Indonesia.
Secara keseluruhan, kontingen Indonesia tampil dominan di APG 2025 dengan meraih 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Raihan tersebut jauh melampaui target awal yang dipatok, yakni 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan dedikasi para atlet.
“Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia di Asia Tenggara. Selamat atas perjuangan kalian, para patriot bangsa. Kalian adalah inspirasi,” kata Reda.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kualitas atlet disabilitas Indonesia.
“Prestasi ini melampaui target. Ini menunjukkan atlet disabilitas Indonesia memiliki daya saing tinggi dan dedikasi luar biasa. Mereka bukan hanya mengejar medali, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kesetaraan,” lanjutnya.
Sejumlah cabang olahraga menjadi tulang punggung perolehan emas Indonesia. Para Atletik tampil impresif dengan 44 medali emas, jauh melampaui target awal 25 emas.
Para Renang juga mendominasi dengan 29 emas dari target delapan, sementara Para Badminton menyumbang 12 emas, menempatkannya sebagai penyumbang emas terbesar ketiga bagi kontingen Indonesia.






