![]() |
BATAVIATIMES.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap kemiskinan di DKI Jakarta kian meningkat saat pandemi Covid-19. Ia meminta jajarannya bergerak secara depat mengatasi jumlah warga miskin agar bisa berkurang.
“Bila dulunya masyarkat berekonomi lemah dengan jumlahnya lebih sedikit. Ketika pandemi meningkat agar besar. Karena itu di tahun 2022 perlu adanya keseriusan yang berarti untuk membuat program terkait kesejahteraan rakyat secara lansung. Terlebih pada aspek kesehatan dan pendidikan serta kegiatan usaha mikro dan kecil”ujar Anies Baswedan dalam Musrenbang Provinsi DKI Jakarta 2021 yang digelar secara daring, Rabu, (14/04/2021)
Meski demikian, Anies tak menyebutkan secara mendetail dan rinci angka peningkatan warga miskin di Jakarta selama pandemi berlansung. Data BPS Jakarta merilis jumlah penduduk miskin kemudian turun pada 2019 menjadi 362 ribu jiwa. Sedangkan pada tahun 2018 berjumlah 373 ribu jiwa.
Pun juga teruntuk penduduk miskin di DKI Jakarta di tahun 2020 meningkat menjadi 481 ribu jiwa. Sedangkan, pandemi Covid-19 diketahui terjadi tahun 2020.
Mengingat itu, Anies Baswedan berujar bahwa perbaikan ekonomi harus dapat memperhatikan ekonomi mikro. Pasalnya, usaha mikro di Jakarta terbilan cukup besar.
“Kita harus bisa mengedapankan program-program untuk recovery ekonomi, tidak hanya sekedar memfasilitasi industri besar, mencegah, akan tetapi juga dapat memberikan secara khusus perhatian untuk pelaku usaha mikro yang kita tahu jumlah amat sangat besar di Jakarta”paparnya lagi
Karenanya, ia meminta agar regulasi di bidang ekonomi bisa lebih mendorog sektor swasta agar bisa berjalan cepat. Sebab dengan semikian, lanjut Anies, pemulihan ekonomi bisa teratasi dan berjalan dengan optimal.







