Aktivis HMI Jakarta Desak Khofifah Tak Beri Ampun Bagi Perusuh Kongres HMI XXXI Surabaya

Foto : Konflik Kongres HMI ke XXXI di Suarabaya Jawa Timur

Jakarta – Setelah dibuka secara virtual oleh presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (Jokowi) Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke XXXI di Surabaya, Jawa Timur pada 17 Maret 2021 lalu hingga kini belum jelas status pelaksanaan kongres berakhir kapan?

Bacaan Lainnya

Aktivis HMI Jakarta, Ibrahim Malik Fatsey (IMF) menilai kerusuhan atau konflik yang dilakukan di arena kongres menunujukan ketidakbaikan bagi langkah HMI menuju modernisasi Organisasi Kemahasiswaan. Bahkan ia menduga konflik tersebut di agenda settingkan pihak tertentu untuk menghancurkan HMI.

Ia menyatakan, cukup mengerti dan memahami bahwa konflik interest dari kongres ke kongres HMI seringkali terjadi ditubuh HMI. Bahkan, konflik sering kali dinilai sebagai dinamika intelektual dan organisasi. Namun justru di tengah kondisi masyarakat krisis kesehatan seperti saat ini, lanjut Ibrahim justru memalukan dan memojokan marwah HMI sebagai organisasi intelektual.

Melihat ketidakjelasan pelaksanaan kongres ke XXXI di Surabaya tersebut, aktivis Jakarta ini juga menyayangkan konflik yang terjadi di saat yang tidak tepat seperti pandemi ini. Bahkan, kata Ibrahim, HMI harusnya menjadi garda terdepan menghadirkan susana masyarakat yang harmonis, sehat dengan menawarkan solusi bersama pemerintah mengatasi pandemi agar Indonesia bisa keluar dari kondisi buruk ini.

“HMI memiliki lembaga profesi yang salah satunya ialah Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam. Harusnya kesadaran sosial itu di gerakan untuk membantu umat dan negara ini keluar dari pandemi. Bayangkan saja satu cabang satu posko kesehatan, dengan ratusan HMI cabang seluruh Indonesia berapa ? Bisa membantu dan menjadi solusi umat saat ini. Ini kan tidak, saat konflik, baru mau, ini bego namanya. Bego tapi bermanfaat boleh tapi ini kan tidak. Akhirnya jadi malu-maluin” kata Ibrahim Malik Fatsey saat di konfirmasi via WhatsApp, Rabu, (24/03/2021)

Diakhir keterangannya, aktivis HMI Jakarta, Ibrahim Malik Fatsey (IMF) juga mendesak pemerintah Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk mengarahkan keamanan dan melakukan eksekusi dengan tegas penangkapan bagi yang berkonflik, sekaligus juga mendesak Panitia Nasional dan lokal Pelaksana Kongres HMI ke XXXI di Surabaya agar diselesaikan dengan tepat waktu.

“Ibu Khofifah segera selamatkan masyarakat dari ulah aksi yang tak bermoral dan tak berintelektual seperti yang terjadi beberapa ki di arena kongres HMI surabaya hingga merambak ke masyarakat. Membuat kerumunan masa dan aksi rusuh yang tidak menunjukan kemahasiswaan dan keislaman” Ucap Ibrahim

“Apalagi ini kondisi pandemi covid-19, jangan sampai justru dengan kongres HMI yang tidak tertib seperti yang terjadi di Surabaya, justru menimbulkan klaster baru di Jawa Timur. Hal ini dikhawatirkan menjadi tugas baru dan berat bagi Ibu Khofifah dan masyarakat Jawa Timur. Tegas dan eksekusi perusuh demi keselamatan masyarakat” Tutupnya (SF)

Pos terkait