JCCNetwork.id- Peluang Anies Baswedan untuk maju dalam Pilkada Gubernur Jakarta sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh hanya dua partai yang berpotensi mencalonkan Anies, yaitu PDIP dan PKS.
“Kedua partai tersebut juga hingga saat ini juga belum ada kepastian mendukung Anis. Mengharapkan parta koalisi pendukung Prabowo-Gibran juga sangat kecil kemungkinannya., karena tak ingin ambil risiko berhadapan dengan Jokowi dan Prabowo,”‘ kata Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, dikutip.
Namun, Hendri mengingatkan bahwa Anies memiliki elektabilitas yang cukup tinggi berdasarkan hasil Pilpres 2024, di mana ia meraih suara terbanyak kedua secara nasional dan memperoleh suara signifikan di Jakarta. Apalagi PDIP hingga kini belum memiliki calon yang jelas untuk maju, sehingga harus memanfaatkan elektabilitas yang dimiliki Anies.
“Pasalnya,, PDIP hingga kini belum punya calon yang jelas untuk maju. Mau tidak mau PDIP harus memanfaatkan elektabilitas yang dimiliki Anies,” katanya.
Hendri juga menyebut bahwa Anies mungkin saja mendapatkan dukungan dari Prabowo dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) jika ia berkomitmen untuk tidak maju dalam Pilpres 2029. Hal ini untuk memastikan Anies tidak mengganggu rencana Prabowo dan koalisinya untuk 2029. Apabila Anies maju dengan dukungan dari PDIP dan PKS, maka calon wakil gubernurnya kemungkinan besar berasal dari PDIP.
“Anies bisa jadi berhadapan dengan calon dari Pak Jokowi dan KIM yang disebut-sebut Ridwan Kamil. Satu calon lagi lawan Anies kemungkinan Sudirman Said,” katanya.






